Perlintasan Liar di Atas Rel Kereta Masih Menjamur di Jabodetabek
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Lain halnya di Pademangan, Jakarta Utara. Perlintasan liar di kawasan itu kemudian dijaga oleh warga sekitar. Palang pintu manual dibuat untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang tersambar kereta.
Meski tak mematok biaya, warga di sana melakukan sukarela, karenanya pos pembatas dibuat untuk peringatan bagi warga. “Kalo engga, kita takut kejadian,” kata Yono, (54), penjaga perlintasan liar.
Tak hanya di lintas ringroad KRL di utara Jakarta. Sepanjangan jalur KRL dari Duri hingga Tangerang juga tercatat dipenuhi perlintasan liar yang rawan kecelakaan. Di jalur kereta sepanjang puluhan kilometer itu, perlintasan liar di kawasan Klingkit dan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat menjadi lokasi yang kerap terjadi kecelakaan.
Intensitas kereta yang cukup tinggi lantaran di lalui KRL dan KA Bandara membuat kecelakaan terjadi. “Kebanyakan mereka banyak nekat menerobos,” kata Afrizal, (37), penjaga perlintasan Klingkit, Cengkareng, Jakarta Barat.
Daop 1 PT KAI Jakarta di akhir tahun 2019 mencatat sedikitnya ada 171 perlintasan sebidang yang resmi dan 287 perlintasan sebidang yang tidak resmi. Sedangkan yang telah ditutup dan telah diganti fly over berjumlah 70 titik.
Meski tak mematok biaya, warga di sana melakukan sukarela, karenanya pos pembatas dibuat untuk peringatan bagi warga. “Kalo engga, kita takut kejadian,” kata Yono, (54), penjaga perlintasan liar.
Tak hanya di lintas ringroad KRL di utara Jakarta. Sepanjangan jalur KRL dari Duri hingga Tangerang juga tercatat dipenuhi perlintasan liar yang rawan kecelakaan. Di jalur kereta sepanjang puluhan kilometer itu, perlintasan liar di kawasan Klingkit dan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat menjadi lokasi yang kerap terjadi kecelakaan.
Intensitas kereta yang cukup tinggi lantaran di lalui KRL dan KA Bandara membuat kecelakaan terjadi. “Kebanyakan mereka banyak nekat menerobos,” kata Afrizal, (37), penjaga perlintasan Klingkit, Cengkareng, Jakarta Barat.
Daop 1 PT KAI Jakarta di akhir tahun 2019 mencatat sedikitnya ada 171 perlintasan sebidang yang resmi dan 287 perlintasan sebidang yang tidak resmi. Sedangkan yang telah ditutup dan telah diganti fly over berjumlah 70 titik.
(wib)
Lihat Juga :