4 Hari Hilang di Sungai Saddang, Remaja Palopo Ditemukan Tak Bernyawa
Senin, 01 Juli 2024 - 19:07 WIB
loading...
Setelah 4 hari hilang di Sungai Saddang, Toraja, seorang remaja asal Palopo, Ariel Arta (15), ditemukan meninggal dunia, Senin (1/7/2024). Foto/Abdoellah Nicolha
A
A
A
PALOPO - Setelah 4 hari hilang di Sungai Saddang, Toraja, seorang remaja asal Palopo, Ariel Arta (15), ditemukan meninggal dunia, Senin (1/7/2024). Jenazah Ariel ditemukan sekitar 3 kilometer dari titik awal tenggelam pada Jumat (28/6/2024).
Sesaat setelah dilaporkan hilang, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian, namun baru membuahkan hasil pada hari keempat. “Korban ditemukan sekitar 3 km dari lokasi awal hilang," kata Maickel, Koordinator Unit Siaga SAR Palopo .
Setelah korban ditemukan oleh tim SAR gabungan, jenazah korban segera dibawa ke Rumah Sakit Lakipadada.
Baca juga; Berenang di Sungai Saddang Toraja, Remaja Palopo Hilang Tenggelam
Maickel menambahkan bahwa selama empat hari pencarian ada beberapa kendala yang dihadapi oleh tim SAR gabungan selama berada di lapangan.
"Cuaca yang kurang bersahabat, derasnya arus, serta banyaknya bebatuan di sepanjang aliran sungai, merupakan kendala bagi tim sar gabungan selama proses pencarian," ujar Maickel.
Bahkan di hari ke 3 pencarian, tim SAR gabungan melakukan teknik ombak buatan, guna mencari korban. Disamping melakukan penyisiran sejauh 2 kilometer disepanjang aliran sungai saddang, arah bendungan PT Energi Malea.
Sesaat setelah dilaporkan hilang, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian, namun baru membuahkan hasil pada hari keempat. “Korban ditemukan sekitar 3 km dari lokasi awal hilang," kata Maickel, Koordinator Unit Siaga SAR Palopo .
Setelah korban ditemukan oleh tim SAR gabungan, jenazah korban segera dibawa ke Rumah Sakit Lakipadada.
Baca juga; Berenang di Sungai Saddang Toraja, Remaja Palopo Hilang Tenggelam
Maickel menambahkan bahwa selama empat hari pencarian ada beberapa kendala yang dihadapi oleh tim SAR gabungan selama berada di lapangan.
"Cuaca yang kurang bersahabat, derasnya arus, serta banyaknya bebatuan di sepanjang aliran sungai, merupakan kendala bagi tim sar gabungan selama proses pencarian," ujar Maickel.
Bahkan di hari ke 3 pencarian, tim SAR gabungan melakukan teknik ombak buatan, guna mencari korban. Disamping melakukan penyisiran sejauh 2 kilometer disepanjang aliran sungai saddang, arah bendungan PT Energi Malea.
Lihat Juga :