Emak-emak Demo di Depan SMAN 4 Depok, Minta Usut Tuntas Dugaan Mafia PPDB

Selasa, 25 Juni 2024 - 14:41 WIB
loading...
Emak-emak Demo di Depan...
Kelompok relawan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) bersama ratusan emak-emak menggelar demo di depan SMAN 4, Jalan Jeruk, Sukatani, Tapos, Depok, Selasa (25/6/2024) siang. Foto/Refi Sandi
A A A
DEPOK - Kelompok relawan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan bersama ratusan emak-emak menggelar demo atau unjuk rasa soal sengkarut permasalahan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di depan SMAN 4, Jalan Jeruk, Sukatani, Tapos, Depok, Selasa (25/6/2024) siang. Pantauan SINDOnews di lokasi, ratusan peserta unjuk rasa longmarch menuju depan pagar SMAN 4 Depok.

Terlihat massa aksi membawa spanduk bertuliskan 'Aksi Solidaritas DKR untuk Transparansi PPDB SMA-SMK Depok'. Selain itu, massa aksi juga menyanyikan sejumlah yel-yel berupa 'kami ini bukan gerombolan calo, kami hanya para relawan'.

Massa aksi juga membawa sejumlah alat peraga demonstrasi berupa tulisan di antaranya 'Ada apa..?? Pengumuman PPDB SMA/SMK Terlambat', 'Aneh Setiap Tahun PPDB SMA/SMK di Depok Amburadul', 'Sekolah Negeri Untuk Siswa Miskin', 'Kenapa Sekolah Negeri Menolak Siswa Miskin?', 'Usut Tuntas Dugaan Mafia PPDB SMA-SMK', dan lainnya.

Emak-emak Demo di Depan SMAN 4 Depok, Minta Usut Tuntas Dugaan Mafia PPDB


Baca juga: KPK Ingatkan Tenaga dan Unit Pelaksana Pendidik Tak Lakukan Gratifikasi Proses PPDB

"Dewan Kesehatan Rakyat kembali hadir di depan Sekretariat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Negeri Kota Depok wabil khusus SMAN 4 Kota Depok. Tidak lain tidak bukan karena banyak persoalan dalam proses PPDB Tahun 2024 ini, saya tidak mengerti kenapa Menteri Pendidikan Nadiem Makarim tidak berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki keamburadulan PPDB setiap tahun, ada apa?" kata Ketua DKR Roy Pangharapan dalam orasinya.

"Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berulang kali selalu setiap tahun timbul masalah, timbul masalah tanpa mau memperbaiki," tambahnya.

Roy mengatakan sejatinya sekolah negeri adalah sekolah yang disubsidi oleh pemerintah. Menurutnya, hal itu diatur dalam konstitusi.

"Betul apa betul? Sekolah negeri disubsidi oleh pemerintah, harusnya sekolah negeri diutamakan untuk mereka-mereka yang tidak mampu. Bukankah konstitusi kita mengatakan fakir miskin dan orang telantar dipelihara oleh negara?" ungkapnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Pendaftaran dan...
Jalur Pendaftaran dan Jadwal Penting SPMB Jawa Timur 2026
50.000 Buruh Bakal Demo...
50.000 Buruh Bakal Demo di DPR saat May Day 2026, Ini 6 Tuntutannya
9 Demo Terbesar dalam...
9 Demo Terbesar dalam Sejarah AS: 'No Kings' Pecah Rekor 8 Juta Demonstran dalam Sehari
Rekomendasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved