Kurangi Kepadatan Penumpang, Angkutan Umum Harus Ditambah
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Djoko menerangkan, peningkatan pelayanan angkutan umum dengan penerapan protokol kesehatan akan mendukung pemulihan ekonomi. Dia menjelaskan, perjalanan di luar jam sibuk perlu didorong dengan memberikan insentif, seperti harga yang lebih murah.
Kebijakan itu akan mendistribusikan kepadatan penumpang. Langkah itu juga akan menjadi cara untuk mengurangi kerugian finansial yang ditimbulkan karena penurunan jumlah penumpang. Situasi ini diprediksi akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah dan swasta harus mengatur jam masuk kantor atau dibuat lebih bervariasi. Tidak boleh sama seperti keadaan normal yang jam masuk dan pulang kantornya pada pukul 8.00 WIB dan 17.00 WIB. Dengan jam masuk yang tidak menumpuk pada satu waktu, akan mengurangi jumlah penumpang pada pagi dan sore hari. Penumpang mempunyai jarak fisik dengan yang lainnya.
Djoko menyarankan masyarakat untuk terbiasa berjalan kaki dan menggunakan sepeda saat pergi dan pulang kantor. “Juga berkorelasi dengan penurunan risiko terjadinya penyakit dan kematian muda,” pungkasnya.
Kebijakan itu akan mendistribusikan kepadatan penumpang. Langkah itu juga akan menjadi cara untuk mengurangi kerugian finansial yang ditimbulkan karena penurunan jumlah penumpang. Situasi ini diprediksi akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah dan swasta harus mengatur jam masuk kantor atau dibuat lebih bervariasi. Tidak boleh sama seperti keadaan normal yang jam masuk dan pulang kantornya pada pukul 8.00 WIB dan 17.00 WIB. Dengan jam masuk yang tidak menumpuk pada satu waktu, akan mengurangi jumlah penumpang pada pagi dan sore hari. Penumpang mempunyai jarak fisik dengan yang lainnya.
Djoko menyarankan masyarakat untuk terbiasa berjalan kaki dan menggunakan sepeda saat pergi dan pulang kantor. “Juga berkorelasi dengan penurunan risiko terjadinya penyakit dan kematian muda,” pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :