alexametrics

Disambar Petir, Rumah dan Kamar Kos Hancur di Pangkalan Bun

loading...
Disambar Petir, Rumah dan Kamar Kos Hancur di Pangkalan Bun
Robai memperlihatkan kerusakan bangunan kamar kosnya yang hancur akibat petir. Foto/Sigit Dzakwan
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Sebuah rumah dan kamar kos di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) rusak parah disambar petir, Senin (15/4/2018) sekira pukul 20.00 WIB.

Kamar Kos nomor 08 B, Gang Pipit, Jalan Abdul Ancis, RT 20, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) dihuni seorang tukang ojek bernama Robai (35). (Baca Juga: Petir Sambar Rumah Warga di Bangli, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit)

“Jadi tadi malam saya pulang kerja sekira pukul 21.00 WIB lampu mati dan hujan gerimis. Pas masuk kamar kos sudah berantakan isinya, kulkas, TV, mesin cuci dan baju gosong hancur berkeping keping. Tembok belakang kos roboh dan bolong,” ujar Robai saat ditemui MNC Media, Selasa (16/4/2019) siang.



Dia pun terpaksa mengungsi ke kamar kos milik kerabatnya yang bersebelahan. “Kalau ditotal ya kerugian sekira Rp20 juta.”

Sementara rumah warga lainnya, Mardiana meski tidak mengalami kerusakan parah, namun bagian dapur rumahnya sempat mengalami kebakaran akibat petir.

“Tembok tidak roboh, cuma tadi malam dapur saya terbakar. Mungkin aliran petir masuk ke kabel listrik dan membakar barang-barang elektronik. Kompor hancur berkeping keping. Mesin cuci dan alat alat lainnya hangus,” ujar Mardiana.

Dia mengaku, kerugian ditaksir sekitar Rp10 juta. “Tadi malam itu pas petir menyambar terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Trauma saya, suara kayak bom, duarrrr dan listrik langsung padam,” katanya.

Sementara itu, pihak BPBD Kobar Selasa pagi sudah memberikan bantuan kepada para korban dengan memberi sejumlah boks berisi baju dan sejumlah kebutuhan makanan lainnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak