Ketua DPW PKB DKI: Jakarta Butuh Sosok Anies Baswedan
Kamis, 13 Juni 2024 - 16:37 WIB
loading...
Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengatakan, Jakarta membutuhkan sosok Anies Baswedan. Foto/SINDOnews/muhammad refi sandi
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas membeberkan alasan partainya paling awal mengusung Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024. Menurutnya Jakarta setelah ditinggal Anies purnatugas dari periode pertama 2022 sering mendapatkan komplain dari warga.
Hasbi juga menyoroti kali dekat rumahnya yang biasanya bersih kotor setelah ditinggal Anies. "Karena Jakarta butuh sosok beliau, selama beliau tinggalkan DKI Jakarta selama dua tahun, contoh kecil enggak usah jauh-jauh di rumah saya itu, wilayah saya kali-kali yang biasanya bersih hari ini kotor," kata Hasbi di Kantor DPW PKB DKI, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2024).
"Kita mencalonkan Pak Anies karena bagian dari umat Rasulullah SAW karena kita peduli dengan Jakarta, hari ini kita lihat mohon maaf Jakarta setelah ditinggalkan Pak Anies dua tahun. Ini yang sering komplain, Pak Anies," tambahnya.
Hasbi juga menyampaikan keluh kesah masyarakat salah satunya pengurus rumah ibadah yang biasanya dapat Rp1,5 juta per bulan saat kepemimpinan Anies kini dipotong hingga 50%. Hasbi juga menyoroti permasalahan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang tertunda pencairannya.
"Pengurus masjid, musala, rumah ibadah lainnya terutama dulu sama Pak Anies dapat Rp1,5 Juta perbulan hari ini turun dipotong 50% padahal dari uang amal saja pun tidak cukup, KJP sampai hari ini tertunda belum cair. Ini tidak pernah terjadi pada waktu Pak Anies jadi Gubernur," ujarnya.
Hasbi juga menyoroti kali dekat rumahnya yang biasanya bersih kotor setelah ditinggal Anies. "Karena Jakarta butuh sosok beliau, selama beliau tinggalkan DKI Jakarta selama dua tahun, contoh kecil enggak usah jauh-jauh di rumah saya itu, wilayah saya kali-kali yang biasanya bersih hari ini kotor," kata Hasbi di Kantor DPW PKB DKI, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2024).
"Kita mencalonkan Pak Anies karena bagian dari umat Rasulullah SAW karena kita peduli dengan Jakarta, hari ini kita lihat mohon maaf Jakarta setelah ditinggalkan Pak Anies dua tahun. Ini yang sering komplain, Pak Anies," tambahnya.
Hasbi juga menyampaikan keluh kesah masyarakat salah satunya pengurus rumah ibadah yang biasanya dapat Rp1,5 juta per bulan saat kepemimpinan Anies kini dipotong hingga 50%. Hasbi juga menyoroti permasalahan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang tertunda pencairannya.
"Pengurus masjid, musala, rumah ibadah lainnya terutama dulu sama Pak Anies dapat Rp1,5 Juta perbulan hari ini turun dipotong 50% padahal dari uang amal saja pun tidak cukup, KJP sampai hari ini tertunda belum cair. Ini tidak pernah terjadi pada waktu Pak Anies jadi Gubernur," ujarnya.
Lihat Juga :