Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 1 Juta Mangrove Ditanam di Tanjung Ulie
Rabu, 12 Juni 2024 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Danny juga berharap sanctuary tersebut menjadi sarana dan media edukasi sekaligus wisata.
“Kami mendukung sepenuhnya pembangunan sanctuary. Ini akan menjadi lembaga konservasi khusus yang dikelola oleh manajemen perusahaan ini di bawah pengawasan pemerintah sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ucap Danny.
Di lain pihak, Kepala Teknik Tambang (KTT) sekaligus General Manager HSE Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa komitmen dalam upaya mewujudkan keseimbangan lingkungan juga terimplementasikan melalui penggunaan panel photovoltaic.
Saat ini total kapasitas pembangkit photovoltaic sekitar 200.000 kWh per tahun. Pembangkit ini dapat menghemat sekitar 70 ton batubara atau setara dengan mengurangi emisi karbon dioksida sebanyak 182 ton, sulfur dioksida 1,68 ton, dan nitrogen oksida 0,5 ton.
“Perusahaan juga menerapkan teknologi Flue Gas Desulphurization (FGD) yang mampu menurunkan parameter pencemaran SO secara signifikan, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan PLTU memenuhi standar nilai baku mutu yang ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.
Dalam momen tersebut, BKSDA Maluku-Maluku Utara melepasliarkan puluhan burung endemik. Di antaranya 10 ekor burung Nuri Bayan Merah, 9 ekor Kakatua, 3 ekor Nuri Bayan Hijau, dan 2 ekor Nuri Kalung Ungu hasil temuan/sitaan petugas BKSDA dan juga dari hasil penyerahan masyarakat.
“Kami mendukung sepenuhnya pembangunan sanctuary. Ini akan menjadi lembaga konservasi khusus yang dikelola oleh manajemen perusahaan ini di bawah pengawasan pemerintah sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ucap Danny.
Di lain pihak, Kepala Teknik Tambang (KTT) sekaligus General Manager HSE Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa komitmen dalam upaya mewujudkan keseimbangan lingkungan juga terimplementasikan melalui penggunaan panel photovoltaic.
Saat ini total kapasitas pembangkit photovoltaic sekitar 200.000 kWh per tahun. Pembangkit ini dapat menghemat sekitar 70 ton batubara atau setara dengan mengurangi emisi karbon dioksida sebanyak 182 ton, sulfur dioksida 1,68 ton, dan nitrogen oksida 0,5 ton.
“Perusahaan juga menerapkan teknologi Flue Gas Desulphurization (FGD) yang mampu menurunkan parameter pencemaran SO secara signifikan, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan PLTU memenuhi standar nilai baku mutu yang ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.
Dalam momen tersebut, BKSDA Maluku-Maluku Utara melepasliarkan puluhan burung endemik. Di antaranya 10 ekor burung Nuri Bayan Merah, 9 ekor Kakatua, 3 ekor Nuri Bayan Hijau, dan 2 ekor Nuri Kalung Ungu hasil temuan/sitaan petugas BKSDA dan juga dari hasil penyerahan masyarakat.
(shf)
Lihat Juga :