Warga Kecewa Raffi Ahmad Batal Bangun Beach Club, Lurah Ngestirejo: Yang Nolak Warga Luar Gunungkidul!

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:23 WIB
loading...
Warga Kecewa Raffi Ahmad...
Artis kenamaan Raffi Ahmad menarik menarik diri dari proyek pembangunan Beach Club di Pantai Krakal Kelurahan Ngestirejo Tanjungsari Gunungkidul. Foto/SINDOnews
A A A
GUNUNGKIDUL - Lurah Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Wahyu Suhendri mengaku kecewa dengan batalnya investasi di wilayahnya usai Raffi Ahmad menarik diri dari rencana pembangunan Beach Club di kawasan pantai Krakal Gunungkidul.

Wahyu mengatakan, jika dilihat dari sisi sosial maka batalnya investasi Raffi Ahmad ke wilayahnya tersebut merupakan sebuah kerugian. Karena yang namanya investasi tersebut mestinya membawa dampak positif bagi masyarakat.

”Kalau investasi itu kan berdampak positif pada perekonomian warga sini,” ujar Wahyu kepada wartawan, Rabu (12/6/2024).

Baca Juga: Raffi Ahmad Tarik Diri dari Pembangunan Beach Club, Pemkab Gunungkidul Bilang Gini

Dia justru menyesalkan kepada pihak-pihak yang selama ini menentang rencana investasi Raffi Ahmad dengan dalih isu lingkungan. Karena yang berbicara tentang lingkungan, kekeringan dan lain sebagainya itu sejatinya bukan warga Ngestirejo.

Wahyu menyebut jika yang selama ini menentang dengan dalil lingkungan tidak mengetahui kondisi sebenarnya di wilayahnya. Dan alasan lingkungan tersebut kemudian direspons oleh orang Gunungkidul ataupun Yogyakarta.

“Itu kan orang luar, bahkan orang yang mungkin orang luar Gunung Kidul kemudian itu direspons orang Gunungkidul, orang Jogja itu. tetapi masyarakat di sini aman kok. Tidak ada gejolak, tidak ada apa-apa dan sangat mendukung,” tegasnya.

Baca Juga: Raffi Ahmad Umumkan Tarik Diri dari Proyek Beach Club di Gunungkidul usai Tuai Kontroversi

Justru sebenarnya masyarakat mendukung investasi tersebut. Karena bagi masyarakat yang mata pencahariannya di sektor selatan, investasi tersebut merupakan peluang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia kembali mempertanyakan alasan kenapa hanya rencana investasi Raffi Ahmad yang disorot dan ditentang. Dia menduga ada kepentingan lain di balik dari penolakan tersebut terlepas dari siapapun yang melakukan investasi.

Jika memang itu tidak jadi investasi maka dia yakin pada masyarakat justru tidak mendapatkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dan jika kajian itu hendak lingkungan itu hendak dilanjutkan, dia mempersilakannya.



Namun dia berpesan jika ada banyak investasi di Gunungkidul, termasuk pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) sepanjang 78 kilometer lebih. Di mana sepanjang dan selebar JJLS itu juga memangkas gunung.

Namun jika berbicara dampak sosial, maka yang harus diperhatikan juga kebutuhan masyarakat ini. karena masyarakat jangan hanya dininabobokan dengan jargon kamu punya alam yang bagus yang harus dijaga sementara perut mereka kosong.

Dia mempertanyakan siapa yang bakal memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang selama ini tidak tercukupi. Sehingga sampai saat ini masih banyak masyarakat di wilayahnya yang terbelit kemiskinan.

“Karena itu juga harus ada solusi. Bagi para pemerhati yang menolak itu harus melihatnya lebih dekat dari sisi masyarakat dan mewakili masyarakat. Lepas dari siapapun investornya, mau Raffi Ahmad ataupun yang lainnya,” tegasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
DPMPTSP Bontang Ditarget...
DPMPTSP Bontang Ditarget Tingkatkan Nilai Investasi 2026
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Terlibat Investasi Fiktif,...
Terlibat Investasi Fiktif, 5 WNA Nigeria di Bekasi Ditangkap
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Rekomendasi
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved