alexametrics

Anggota Intel Korem Diduga Dianiaya Simpatisan PDIP, Polisi Lakukan Pemeriksaan

loading...
Anggota Intel Korem Diduga Dianiaya Simpatisan PDIP, Polisi Lakukan Pemeriksaan
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto memberikan keterangan soal penangganan penganiayaan anggota Intel Korem 072 Pamungkas di Mapolda setempat, Senin (8/4/2019). SINDOnews/Priyo
A+ A-
YOGYAKARTA - Kepolisian sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap kasus pengeroyokan dan penganiayaan anggota intel Korem 072 Pamungkas Yogyakarta Serka Setyo Budi yang diduga dilakukan simpatisan PDIP di Jalan Wates Bantar Kulon, Bangun Cipto, Sentolo, Kulonprogro, Minggu (7/4/2019) sore.

"Setelah ada laporan ke Polsek Sentolo, kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan awal," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto di Mapolda setempat, Senin (8/4/2019). (Baca: Simpatisan Berbuat Onar, PDIP Serahkan Persoalan ke Polisi).

Yuliyanto menjelaskan selain meminta keterangan saksi-saksi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) juga akan meminta keterangan korban. Hanya saja belum mengetahui apakah kondisi yang bersangkutan sudah bisa diminta keterangan atau belum.



Termasuk apakah dirawat di rumah sakit (opname) atau tidak. Sehingga terus akan melakukan update. "Yang jelas jika memungkinkan hari ini akan meminta keterangan," jelas mantan Kapolres Sleman itu.

Ditanya apa juga akan meminta keterangan anggota Panwasludes setempat yang juga menjadi korban pengerokan dan penganiayaan, Yulianto belum bisa memastikan apakah sudah melaporkan kasus itu atau belum. Jika melapor tentu akan ditindaklanjuti. "Untuk saat ini yang sudah melapor baru anggota Intel Korem 072 Pamungkas tersebut," paparnya.

Mengenai dugaan sementara kasus itu, Yuliyanto juga belum bisa memberikan penjelasan. Sebab untuk masalah itu baru bisa menyimpulkan setelah melakukan pemeriksaan. "Namun yang pasti untuk kasus tersebut sudah taraf pengumpulan saksi dan petunjuk," terang alumni Akpol 1995 itu.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak