Jokowi Beli Sapi Kurban Milik Warga Pleret Bantul, Beratnya Nyaris 1 Ton
Senin, 10 Juni 2024 - 18:58 WIB
loading...
Penampakan sapi milik Zuli Nuryanto warga Depok, Pleret, Bantul yang dibeli oleh Presiden Joko Widodo untuk berkurban di DIY. Foto/Yohanes Demo
A
A
A
BANTUL - Seekor sapi milik warga Depok, Kalurahan Wonolelo, Kabupaten Bantul terpilih menjadi hewan kurban oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Idul Adha 1445 H. Pemilik sapi, Zuli Nuryanto pun tak menyangka sapi seberat hampir 1 ton miliknya itu dilirik orang nomor satu RI.
“Dari tiga sapi yang kami ajukan untuk masuk seleksi sebagai hewan kurban presiden, ternyata salah satu sapi kami terpilih dan dikehendaki Pak Jokowi untuk hewan kurban," katanya, Senin (10/06/2024).
Zuli mengatakan, awalnya dia membeli anakan sapi (pedhet) berjenis PO (Peranakan Ongole) dari wilayah Banguntapan. Kemudian pedhet itu ia pelihara selama kurang lebih 2,5 tahun. "Kalau umur sapi sekitar 3 tahun," ujarnya.
Baca juga; Sapi Kurban Presiden Jokowi di Masjid Istiqlal Disembelih Besok
Selama pemeliharaan, Zuli mengatakan jika sapi tersebut diberi makan berupa rumput hijau, konsentrat dan vitamin. Dengan perawatan yang tepat, sapi itu berkembang hingga berbobot 984 kilogram.
Karena bentuknya yang besar dan gagah, sapu itu diberi nama Satrio Bimo yang artinya kesatria gagah. Awalnya, Zuli berniat menjadikan Satrio Bimo sebagai sapi kontes.
Namun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul melirik untuk diseleksi tim dari Pemda DIY dan pemerintah pusat di Sekretariat Kepresidenan RI.
“Dari tiga sapi yang kami ajukan untuk masuk seleksi sebagai hewan kurban presiden, ternyata salah satu sapi kami terpilih dan dikehendaki Pak Jokowi untuk hewan kurban," katanya, Senin (10/06/2024).
Zuli mengatakan, awalnya dia membeli anakan sapi (pedhet) berjenis PO (Peranakan Ongole) dari wilayah Banguntapan. Kemudian pedhet itu ia pelihara selama kurang lebih 2,5 tahun. "Kalau umur sapi sekitar 3 tahun," ujarnya.
Baca juga; Sapi Kurban Presiden Jokowi di Masjid Istiqlal Disembelih Besok
Selama pemeliharaan, Zuli mengatakan jika sapi tersebut diberi makan berupa rumput hijau, konsentrat dan vitamin. Dengan perawatan yang tepat, sapi itu berkembang hingga berbobot 984 kilogram.
Karena bentuknya yang besar dan gagah, sapu itu diberi nama Satrio Bimo yang artinya kesatria gagah. Awalnya, Zuli berniat menjadikan Satrio Bimo sebagai sapi kontes.
Namun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul melirik untuk diseleksi tim dari Pemda DIY dan pemerintah pusat di Sekretariat Kepresidenan RI.
Lihat Juga :