Terungkap Ngerinya Penjaga Kos Bunuh Mahasiswi Universitas Negeri Malang

Kamis, 06 Juni 2024 - 16:08 WIB
loading...
Terungkap Ngerinya Penjaga...
Proses rekonstruksi pembunuhan DAL, mahasiswi Universitas Negeri Malang di kamar kosnya. Foto/Ist
A A A
MALANG - Tersangka Hisyam Akbar Pahlevi (19) pelaku perampokan dan pembunuhan mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) menjalani rekonstruksi di lokasi kejadian. Korban berinisial DAL (19), asal Kelurahan Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi tewas dibunuh di kamar kosnya.

Hisyam yang dikawal petugas kepolisian menjalani rekonstruksi di rumah kos di perkampungan Jalan Bendungan Sutami Gang 1 Nomor 433 B-3 RT 2 RW 1, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru.

Baca juga: Ini Tampang Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Mahasiswi Universitas Negeri Malang

Setibanya di lokasi, warga yang menunggu sempat meneriaki Hisyam, yang masih keponakan dari pemilik kos dan tinggal di rumah sekaligus penjaga kosan.

Proses rekonstruksi dilakukan di dua lokasi, mulai dari tersangka minum minuman keras di rumah tak jauh dari rumah kosnya. Selanjutnya, tersangka juga dibawa ke rumah kos tempat kejadian perkara (TKP).

Proses rekonstruksi dilakukan sejak pukul 10.00 WIB, Kamis (6/6/2024) hingga pukul 11.00 WIB. Selama satu jam tercatat ada 18 adegan dilakukan di rumah kos di dekat Universitas Negeri Malang (UM).

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengatakan, pihaknya melaksanakan rekonstruksi untuk menemukan kejelasan antara keterangan saksi dan alat bukti yang ada.

Baca juga: Melawan, Mahasiswi Universitas Negeri Malang Lolos dari Pemerkosaan saat Berangkat Wisuda

Apalagi pembunuhan dan perampokan mahasiswi UM ini sempat menjadi misteri sejak 2019 lalu.

"Alhamdulillah bisa terungkap, hari ini kita melakukan rekonstruksi supaya kita bisa melihat lebih jelas, lebih gampang, lebih nyata, kesesuaian antara keterangan saksi, dan alat bukti," ucap Danang Yudanto, usai proses rekonstruksi.

Proses rekonstruksi juga diharapkan mampu memberikan gambaran ke jaksa penuntut umum (JPU), untuk pemberian tuntutan ke Hisyam Akbar Pahlevi.

Di mana total ada 18 adegan yang dijalankan tersangka, dari mulai tersangka minum miras, menusuk korban, hingga membuang kamera CCTV yang terpasang di dekat musala.

"Ada 18 adegan, yang kita peragakan hari ini, mulai dari tersangka minum bersama temannya di dekat TKP. Kemudian pamit ke temannya untuk membeli rokok, masuk ke TKP merupakan kos-kosan mengambil pisau di dapur lantai dua, turun ke lantai satu, masuk ke salah satu kamar terkunci," terangnya.

Di proses rekonstruksi ini juga diperagakan awalnya tersangka masuk ke kamar kos korban yang terbuka, dan terjadi perkelahian hingga tersangka menusukkan pisau diambil dapur ke tubuh DAL, mahasiswi cantik asal Ngawi.

Tersangka menusukkan pisau ke beberapa bagian tubuh korban, yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

"Kemudian melaksanakan tindak pidana tersebut dengan menusuk korban di bagian dada, dan dekat leher, sehingga korban meninggal dunia. Kemudian menguasai barang berharga handphone, kembali ke atas, ke lantai dua dapur, untuk mencuci pisau yang digunakan untuk menikam atau menusuk korban," jelasnya.

Tersangka juga tampak merusak kamera CCTV usai keluar dari rumah kos, yang dihuninya. Tersangka lantas membuang kamera CCTV yang terpasang ke gerobak sampah. Hisyam kemudian kembali ke rumah temannya untuk melanjutkan minum-minum miras.

"Tersangka sempat mengambil kendaraan untuk kembali ke lokasi minum-minum bersama-sama teman-temannya tadi. Terakhir tadi pergi ke Comboran untuk menjual handphone milik korban," paparnya.

Dari hasil rekonstruksi juga tidak ditemukan fakta baru. Penyidik hanya memastikan kesesuaian antara proses rekonstruksi, keterangan saksi-saksi, dan alat bukti, yang ada.

"Alhamdulillah fakta selama jalanya penyidikan dan penyelidikan sudah cukup, dan ternyata sinkron dan match dengan apa yang kita laksanakan di rekonstruksi ini," ujar Danang Yudanto.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Tragis, Pria Tewas Dibacok...
Tragis, Pria Tewas Dibacok OTK di Cengkareng
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
Motif Menantu Tega Bunuh...
Motif Menantu Tega Bunuh Eks Mertua di Pekanbaru karena Sakit Hati dan Ingin Kuasai Harta
Bunuh Mantan Mertua,...
Bunuh Mantan Mertua, Menantu Gasak Perhiasan hingga Dolar Singapura
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Cerita Anggun C Sasmi...
Cerita Anggun C Sasmi Dua Kali Jadi Korban Perampokan di Paris, Berlian Hasil Kerja Keras Raib
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
Rekomendasi
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Berita Terkini
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved