Pemkot Bogor Tetapkan KLB Buntut 1 Warga Meninggal dan 93 Dirawat Akibat Keracunan

Selasa, 04 Juni 2024 - 14:58 WIB
loading...
Pemkot Bogor Tetapkan...
Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, Pemkot Bogor menetapkan status KLB menyusul keracunan massal yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya dirawat. Foto/SINDOnews/putra ramadhani astyawan
A A A
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul puluhan warga Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mengalami keracunan massal. Dengan status KLB maka penanganan terhadap para pasien harus lebih cepat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, sat ini penanganan kasus keracunan massal sudah masuk ke tingkat kota. "Statusnya KLB," katanya, Selasa (4/6/2024).

"Jadi kalau KLB harus intensif ya harus cepat. Jadi ambulans enggak boleh susah, petugas harus tersedia, bed harus ada, obat-obatan harus ada. Jadi ditangani bukan skala puskesmas lagi tapi skala kota," jelasnya.

Baca juga: Jumlah Korban Keracunan Makanan di Bogor Bertambah Jadi 93 Orang

"Ditanggung pemerintah (perawatan dan pengobatan)," tambah Syarifah.

Kendati begitu, bagi warga Cipaku yang mengalami gejala seperti keracunan tetap harus ke puskesmas. Dari situ, akan dilihat kondisinya jika memang butuh penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.

Baca juga: Puluhan Warga Prambanan Keracunan usai Santap Suguhan Hajatan, Diduga Es Krim Bermasalah

"Kan yang paling dekat dengan warga, mereka ke puskesmas di sini untuk rujukan. Nanti dilihat kalau misalnya urgent butuh perawatan maka dari sini yang kemudian dirujuk ke rumah sakit," katanya.

Sebelumnya, puluhan warga Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor diduga keracunan makanan massal sejak Senin 3 Juni 2024. Hingga siang ini, totalnya mencapai 93 orang dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor masih melakukan investigasi dan lainnya terkait kejadian tersebut. Termasuk masih memastikan penyebab kematian dari warga yang meninggal dunia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPAI Ungkap Trauma Psikologis...
KPAI Ungkap Trauma Psikologis Korban Keracunan MBG di Jakarta Timur
KLB Campak Meningkat,...
KLB Campak Meningkat, Vita DPR: Negara Tak Boleh Abai Lindungi Anak
Belajar dari India,...
Belajar dari India, Polri Diminta Perketat SOP di Dapur SPPG
Rekomendasi
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Berita Terkini
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved