Wagub Taruh Perhatian Besar Pada Kantong Pengganti Plastik Berbahan Singkong

Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:58 WIB
loading...
Wagub Taruh Perhatian...
Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Foto/Dok/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta A Riza Patria menaruh perhatian besar pada teknologi kantong pengganti plastik berbahan singkong yang bisa dipakai ulang. Karena, kantong tersebut memiliki sejumlah kelebihan, seperti ramah lingkungan, dapat dipakai ulang, anti air, bisa dipakai berulang-ulang, dapat dilipat masuk tas, serta memiliki harga yang sangat terjangkau.

"Saya kira mengapa tidak ya, kita di DKI sebagai etalase nasional dan internasional bisa ikut mendukung dan mengangkat teknologi sendiri dengan bangga, toh jadi produksi semua dalam negeri, mengurangi impor, dan mensejahterakan rakyat DKI sebagai salah satu solusi sesuai Pergub 142/2019," ujar Riza dalam keterangannya, Kamis (20/8/2020).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menilai, bagus kalau ada kantong-kantong nabati seperti singkong, tetapi harus yang tidak larut air. Kenapa, karena kantong ini harus bisa tahan air, hujan, uap panas, karena harus bisa dipakai berulang-ulang. Juga, agar bisa dicuci juga oleh masyarakat, agar aman dari kuman, maupun virus seperti Covid-19. "Penting sekali pakai kantong singkong yang tahan air dan tidak larut sesuai dengan keinginan Pergub 142/2019 itu sendiri," kata Taufik.

Lebih lanjut kata Taufik, cukup urgen dan perlu sesegera mungkin hal ini diwujudkan, karena ia melihat di pasaran yang ada hanya kantong-kantong kertas yang mudah rusak kena air, tidak bisa dicuci, mudah sobek. (Baca juga: Pengusaha Ritel Kembali Gratiskan Kantong Plastik )

"Pastinya, kalau kita pakai kebanyakan kertas, dapat merusak alam, karena hutan-hutan dan pohon ditebang. Apalagi kalau kantong spunbond polypropylene / PP non woven yang bisa dipakai ulang tetapi 100% plastik tidak terurai, sehingga sampahnya juga akan menjadi mikroplastik dan numpuk di TPA nanti beribu-ribu ton. Pemakaian kantong spunbond ini juga berarti berkurangnya material untuk masker, APD, dan lainnya, yang sangat dibutuhkan di era Covid-19 ini, atau berarti meningkatnya impor kita,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Rekomendasi
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Paula Verhoeven Mohon...
Paula Verhoeven Mohon Doa untuk Kiano yang Tengah Dirawat di RS
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved