Jateng Gaungkan Semangat Jogo Kiai di Perayaan Tahun Baru Islam 1442 H
Kamis, 20 Agustus 2020 - 07:33 WIB
loading...
Tahun Baru 1442 Hijriah yang diisi dengan doa dan istigasah di Gedung Gradhika Bhakti Pradja kantor Gubernur Jateng, Rabu (19/8/2020) malam. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Malam perayaan Tahun Baru 1442 Hijriah, Pemprov Jawa Tengah (Jateng) menggaungkan semangat Jogo Kiai yang merupakan bentuk pengamanan dari COVID-19.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen didapuk untuk memimpin semangat Jogo Kiai dan Jogo Santri.
“Pak Wagub sekarang kita minta untuk memimpin Jogo Santri sama Jogo Kiai. Karena pondok pesantren ini khas. Mereka mondok, tidur, dan biasanya kalau bersentuhan tidak. Tapi sak kringkelan malahan gitu,” kata Gubernur Jateng Ganjar usai merayakan Tahun Baru 1442 Hijriah yang diisi dengan doa dan istigasah di Gedung Gradhika Bhakti Pradja kantor Gubernur Jateng, Rabu (19/8/2020) malam.
Menurutnya, jika pondok pesantren tertata dengan baik maka baik kiai atau santri akan sehat. Diakuinya jika pondok pesantren memang harus memperbaiki adaptasi baru di lingkungannya.
Seperti halnya memperbaiki tempat wudu, menyediakan fasilitas kesehatan, dan lainnya. “Sehingga nantinya bisa terfasilitasi dengan baik,” imbuhnya.
Perilaku Jogo Kiai dan Jogo Santri merupakan bagian dari program Jogo Tonggo yang telah dilakukan di Jawa Tengah.
Tidak menutup kemungkinan pula akan diisi dengan variasi Jogo Tonggo lainnya. Seperti halnya Jogo Pasar, Jogo Terminal, dan tempat lain.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen didapuk untuk memimpin semangat Jogo Kiai dan Jogo Santri.
“Pak Wagub sekarang kita minta untuk memimpin Jogo Santri sama Jogo Kiai. Karena pondok pesantren ini khas. Mereka mondok, tidur, dan biasanya kalau bersentuhan tidak. Tapi sak kringkelan malahan gitu,” kata Gubernur Jateng Ganjar usai merayakan Tahun Baru 1442 Hijriah yang diisi dengan doa dan istigasah di Gedung Gradhika Bhakti Pradja kantor Gubernur Jateng, Rabu (19/8/2020) malam.
Menurutnya, jika pondok pesantren tertata dengan baik maka baik kiai atau santri akan sehat. Diakuinya jika pondok pesantren memang harus memperbaiki adaptasi baru di lingkungannya.
Seperti halnya memperbaiki tempat wudu, menyediakan fasilitas kesehatan, dan lainnya. “Sehingga nantinya bisa terfasilitasi dengan baik,” imbuhnya.
Perilaku Jogo Kiai dan Jogo Santri merupakan bagian dari program Jogo Tonggo yang telah dilakukan di Jawa Tengah.
Tidak menutup kemungkinan pula akan diisi dengan variasi Jogo Tonggo lainnya. Seperti halnya Jogo Pasar, Jogo Terminal, dan tempat lain.
Lihat Juga :