alexametrics

Gelar Baksos di Dusun Pau, Kejari Labuan Bajo Lewati Jalur "Neraka"

loading...
Gelar Baksos di Dusun Pau, Kejari Labuan Bajo Lewati Jalur Neraka
Kepala Kejaksaan Negeri Labuan Bajo, Yulius Sigit Kristanto di Dusun Pau. Foto/Yoseph Mario Antognoni/iNewsTV
A+ A-
LABUAN BAJO - Kejaksaan Negeri Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), PT ASDP, Dinas BKKBN dan Humas Pemkab Manggarai Barat melakukan bakti sosial di Kampung Pau. Bantuan ini berupa pemberian kesehatan gratis dan peralatan sekolah kepada para pelajar di dusun tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Labuan Bajo, Yulius Sigit Kristanto mengatakan, baksos ini dilakukan sebagai perhatian pihaknya kepada masyarakat Dusun Pau.

"Tujuan kegiatan ini ingin berbagi kepada masyarakat Dusun Pau. Bahwa kami ada untuk masyarakat, kami ada untuk sama-sama membangun, Dusun Pau punya potensi alam yang luar biasa. Perlu kita lestarikan supaya masyarakat Dusun Pau bisa menjadi lebih sejahtera dan Labuan Bajo menjadi lebih baik lagi," kata Yulis kepada wartawan di lokasi, Sabtu (2/3/2019).
Gelar Baksos di Dusun Pau, Kejari Labuan Bajo Lewati Jalur
Yulius mengatakan, kampung pau merupakan kampung atau dusun yang sangat strategis. Karena mempunyai mata air yang mampu mencukupi kebutuhan warga dan industri pariwisata di Labuan Bajo. "Namun sayang, kampung ini sangatlah miskin dan tertinggal," katanya.



Staf Desa Compang Liang Dara, Petrus menambahkan, selain menjadi pusat mata air untuk Kota Labuan Bajo, Kampung Pau masih berada di dalam dua kecamatan yakni Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbeliling serta berada di dalam dua desa yakni Desa Pantar dan Desa Compang Liang Dara.

Sedangkan menurut tokoh masyarakat setempat, Dusun Pau miskin dan mempunyai jalan yang buruk, sehingga sangat sulit orang luar berkunjung ke kampung yang juga ada potensi pariwisatanya karena alamnya yang indah.

"Kamis berharap kepada pemerintah agar memberikan perhatian, misalnya membangunkan jalan dan jembatan ke daerah ini," pintanya.

Bahkan seorang bocah kelas VI SD, Gerry mengungkapkan, dirinya harus berjalan kaki hingga lima kilometer dari rumahnya di Kampung Pau menuju sekolah. Hal ini terjadi lantara belum adanya jembatan dan jalan-jalan yang rusak parah sehingga tidak bisa diantar memakai kendaraan bermorot.

Sebelum sampai ke lokasi bakti sosial di Dusun Pau, kampung yang terletak di Desa Pantar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini ternyata mempunyai mata air yang bisa memenuhi kebutuhan air warga Kota Labuan Bajo dan sekitarnya.
Namun, untuk bisa mencapai daerah terpencil ini jarak yang ditempuh dari Kota Labuan Kajo menuju Kampung Pau diperkirakan kurang lebih menempuh dua jam perjalanan karena medan jalannya yang cukup sulit.

Sungguh miris memang, meski kaya akan air dan mampu menjadi penyedia terhadap pemenuhan kebutuhan air bagi warga Kota Labuan Bajo dan industri pariwisata seperti hotel-hotel, ternyata untuk menuju ke kampung ini bukanlah hal yang mudah.

Dengan infrasturuktur jalan yang cukup parah membuat kampung ini sangat sulit untuk ditembus oleh kendaraan bermotor. Bahkan kalau pun bisa ditembus itu hanya bisa dilalui oleh mobil-mobil khusus 4wd atau mobil yang memiliki sistem penggerak terhadap ke empat rodanya.

Meski demikian, rombongan Kejaksaan Negeri Labuan Bajo akhirnya berhasil menembus medan yang cukup parah ini. Terlihat beberapa kali mobil-mobil rombongan yang beriringan harus terhenti karena jalan tanah yang sangat berlumpur.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak