Saksi Mata Pembunuhan Vina Ketakutan, Pilih Tinggalkan Cirebon Pulang ke Cikarang

Jum'at, 24 Mei 2024 - 11:25 WIB
loading...
Saksi Mata Pembunuhan...
Aep, warga asal Kampung Pilar Barat, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, memberikan keterangan kepada media terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon yang terjadi pada 2016 silam, Jumat (24/5/2024). FOTO/MPI/ADE SUHARDI
A A A
BEKASI - Seorang pemuda bernama Aep (30), warga asal Kampung Pilar Barat, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mengenang kembali kasus pembunuhan Vina Cirebon yang terjadi pada 2016 silam. Saat itu, Aep mengaku sangat ketakutan sehingga memutuskan meninggalkan Cirebon dan kembali ke Cikarang.

Aep mengatakan, pada 2016 lalu ia bekerja sebagai tukang cuci mobil di sebuah bengkel tak jauh dari lokasi peristiwa tragis yang menimpa Vina dan Eky. Peristiwa kasus Vina terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung dirinya sedang berada di warung dekat lokasi kejadian.

Saat itu, dia melihat korban melintas dengan sepeda motor dan tak lama dilempari batu oleh kelompok remaja yang sedang kumpul di dekat lokasi kejadian.



"Kejadian itu kebetulan saya lagi di warung terus ada pengendara motor berseragam XTC lewat terus langsung dilempari batum," kata Aep kepada media, Jumat (24/5/2024).

Tak itu saja, Aep melihat sekelompok remaja itu mengejar korban. Dia memperkirakan jumlah remaja itu ada sekitar 8 orang. "Terus dikejar-kejar. Di situ juga anak-anak ada sekitaran delapan orang. Cuma yang memepet itu ada 4 motor," ujarnya.

Aep yang merasa takut pun langsung meninggalkan lokasi. Dia mengaku setelah itu tak tahu lagi peristiwa apa yang terjadi dengan Vina dan kekasihnya. Aep mengaku mengenali wajah para pelaku lantaran mereka setiap harinya berkumpul di sebuah rumah di depan tempatnya bekerja. Sehingga saat kejadian Aef mengenali para pelaku satu per satu.

Baca juga: Kesaksian Pemuda Cikarang di Lokasi Pembunuhan Vina Cirebon: Dilempari Batu lalu Dikejar

"Kebetulan saat kejadian 2016, itu nggak lama kejadian itu saya melapor. Saya takut sama pihak keluarga pelakunya bahwa saya yang pelapornya akhirnya saya memutuskan untuk pulang, sekitar 2 minggu setelah kejadian," ucapnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Rekomendasi
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, 68 Mitra Binaan di Medan Ikuti Program Sarinah Pandu
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved