Viral Video Penggusuran Lahan oleh Aparat Diwarnai Tembakan Gas Air Mata

Rabu, 19 Agustus 2020 - 17:01 WIB
loading...
Viral Video Penggusuran...
Viral video penggusuran lahan di wilayah Besipae, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur diwarnai dengan tembakan gas air mata dan pemaksaan terhadap warga viral di media sosial. Foto iNews TV/Emanuel K
A A A
KUPANG - Viral sebuah video penggusuran lahan di wilayah Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur diwarnai dengan tembakan gas air mata dan pemaksaan terhadap warga viral di media sosial. Dalam video yang berdurasi tiga menit lebih dan beredar di berbagai media sosial terlihat penggusuran terhadap lahan seluas 370 hektare yang oleh warga merupakan tanah ulayat namun juga oleh pemerintah diklaim sebagai pemilik.

Dalam video amatir ini terekam aparat bersenjata melakukan tindakan represif terhadap warga di Pubabu, Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang menolak untuk direlokasi. (Baca juga: Karaoke di Surabaya Sediakan Layanan Esek-esek, Digerebek Polda Jatim)

Nampak sejumlah ibu-ibu berteriak histeris sambil berguling-guling di tanah ketika aparat kepolisian dan anggota Brimob yang bersenjata lengkap datang memaksa mereka untuk segera meninggalkan lokasi.

Namun Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT Zeth Sony Libing sat dihubungi MNC Media membantah tindakan yang dilakukan aparat hanya untuk shock therapy agar warga bisa mengosongkan area yang diklaim milik pemerintah setempat.

“Tidak ada aksi anarkistis tidak ada tindakan represif dan intimidasi serta penelantaran terhadap masyarakat apa yang dilakukan aparat keamanan hanya 'shock therapy' untuk membangunkan masyarakat agar bersedia menempati rumah yang sudah dibangun pemerintah,” kata dia, Rabu (19/8/2020). (Bisa diklik: Jenazah Pasien COVID-19 Direbut Keluarga, Polisi Lakukan Penyelidikan)

Menurut Zeth Sony Libing lahan seluas 370 hektare yang sedang dalam sengketa ini semula merupakan lahan milik suku yang diserahkan kepada pemerintah dan digunakan untuk kerja sama dengan Pemerintah Australia sebagai tempat peternakan sapi dan berlangsung selama lima tahun.

Namun, kata dia, setelah itu lahan ini tidak digunakan lagi dan dibiarkan kosong akhirnya digunakan kembali oleh warga setempat untuk berkebun dan membangun rumah.

Pada pemerintahan sekarang pihak Provinsi NTT yang ingin memanfaatkan lahan ini datang merelokasi warga namun warga setempat menolak hingga berujung pada penggusuran paksa dengan bantuan aparat bersenjata lengkap.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Profil Irjen Pol Arif...
Profil Irjen Pol Arif Budiman, Jenderal Brimob yang Kini Menjabat Kapolda Maluku Utara
Brimob Sterilisasi Stadion...
Brimob Sterilisasi Stadion JIS Jelang Laga Persija vs Semen Padang
PNM Peduli Salurkan...
PNM Peduli Salurkan Bantuan Sosial kepada Guru Honorer SDK Wukur di NTT
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Dadang Bongkar Kronologi...
Dadang Bongkar Kronologi Taufik Hidayat Ketakutan Hingga Minta Serahkan Diri
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Rekomendasi
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Perjalanan Karier Mpok...
Perjalanan Karier Mpok Alpa, dari Video Viral hingga Jadi Presenter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved