Gubernur Khofifah Dorong Diversifikasi Pangan di Jatim
Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:22 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat meninjau stan pameran sejumlah produk makanan non beras di Gedung Negara Grahadi. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berupaya melakukan diversifikasi pangan.
Salah satunya dengan mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk ditanami tanaman pangan pengganti beras.
“Saya sudah minta diidentifikasi lahan tersebut dan kita akan menanam bareng seluruh lahan-lahan pemprov yang ada,” ujarnya dalam acara Gerakan Diversifikasi Pangan bersama Menteri Pertanian yang dilakukan secara virtual di Gedung Negara Gtahadi, Rabu (19/8/2020).
Orang nomor satu di Jatim itu mengaku sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kasdam V Brawijaya karena mereka juga akan melakukan penanaman secara intensif berkaitan dengan ketahanan pangan.
Sementara itu menurut Khofifah, masalah diversifakasi pangan ini sebenarnya sudah ada sejak era Presiden Sieharto dulu. “Ini merupakan program lama yang kini kita diingatkan lagi,” terangnya.
Ketua Umum PP Muslimat NU itu menyatakan, saat ini banyak masyarakat yang mulai mengurangi konsumsi beras dan menkonversi dari nasi ke misalnya vegetarian.
Salah satunya dengan mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk ditanami tanaman pangan pengganti beras.
“Saya sudah minta diidentifikasi lahan tersebut dan kita akan menanam bareng seluruh lahan-lahan pemprov yang ada,” ujarnya dalam acara Gerakan Diversifikasi Pangan bersama Menteri Pertanian yang dilakukan secara virtual di Gedung Negara Gtahadi, Rabu (19/8/2020).
Orang nomor satu di Jatim itu mengaku sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kasdam V Brawijaya karena mereka juga akan melakukan penanaman secara intensif berkaitan dengan ketahanan pangan.
Sementara itu menurut Khofifah, masalah diversifakasi pangan ini sebenarnya sudah ada sejak era Presiden Sieharto dulu. “Ini merupakan program lama yang kini kita diingatkan lagi,” terangnya.
Ketua Umum PP Muslimat NU itu menyatakan, saat ini banyak masyarakat yang mulai mengurangi konsumsi beras dan menkonversi dari nasi ke misalnya vegetarian.
Lihat Juga :