Mitologi Penciptaan 2 Gunung Suci Jawa Sebelum Pecah Perang Bubat di Majapahit

Rabu, 15 Mei 2024 - 06:11 WIB
loading...
Mitologi Penciptaan...
Perang Bubat antara Kerajaan Majapahit dan Sunda memutuskan hubungan kedua kerajaan besar di Nusantara. Foto/Ilustrasi
A A A
Perang Bubat antara Kerajaan Majapahit dan Sunda memutuskan hubungan keduanya. Konon keduanya sebelumnya sempat 'mesra' dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi. Perang di saat lamaran putri Raja Sunda itu telah mengakhiri kerja sama kedua kerajaan itu.

Konon gunung-gunung sakral di Pulau Jawa menjadi saksi renggangnya hubungan kedua kerajaan ini. Kala itu memang masyarakat Jawa kuno percaya gunung menjadi tempat suci, tempat para dewa bermukim.

Kisah gunung - gunung yang sakral yang konon berasal disebabkan dewa yang membawa terbang setengah Gunung Mahameru ke Jawa Timur. Kitab naskah kuno ini menggambarkan bagaimana hubungan antara Sunda dan Jawa, terutamanya di masa pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Intrik dan Perpecahan di Kerajaan Pajajaran setelah Prabu Siliwangi Mangkat

“Naskah kuno Tantu Penggelaran ini mengisahkan, bagaimana ada dewa yang mengabadikan untuk hubungan antara Sunda dan Majapahit,” demikian dikutip dari buku Perang Bubat 1279 Saka, Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit,” dari Sri Wintala Achmad.

Kitab ini ditulis dengan menggunakan Bahasa Jawa Tengahan, yaitu Bahasa Jawa transisi dari Bahasa Jawa kuno ke Bahasa Jawa modern. Bahasa Jawa Tengahan ini mulai dikenal di era Majapahit. Tantu Penggelaran sendiri ditulis di masa Kerajaan Majapahit.

Kitab ini menceritakan bagaimana awal kisah penciptaan manusia di Pulau Jawa dan segala aturan yang harus ditaati manusia.Dikisahkan pada zaman dahulu Pulau Jawa ini kerap bergoyang tak seimbang karena diterpa gelombang lautan.

Alhasil karena itulah, untuk menyetabilkan Pulau Jawa para dewa memindahkan Gunung Mahameru dari Jambhudwipa India ke Jawadwipa. Setelah sampai di Pulau Jawa, gunung tersebut dijatuhkan di wilayah Jawa Barat, tanah Sunda.

Baca Juga: Kisah Tragis di Balik Kejayaan Majapahit: Bencana Alam, Kelaparan, dan Kematian Hayam Wuruk

Kitab Tantu Panggelaran menggambarkan jelas pemindahan gunung ini. Selanjutnya, oleh para dewa Gunung Mahameru ini dibawa terbang kembali ke arah Jawa Timur.

Namun pada perjalanannya karena terlalu tingginya, gunung itu rontok dan berjatuhan di beberapa wilayah, sehingga menjadi gunung baru, seperti Gunung Wilis, Gunung Kampud atau yang dikenal dengan Kelud, Arjuna, dan Kemukus atau yang dikenal dengan Welirang.

Sementara Mahameru yang ditegakkan menjadi Gunung Semeru masih miring, puncaknya kemudian, dipotong dan dilemparkan oleh para dewa hingga menjadi Gunung Pawitra atau Gunung Penanggungan.

Dari uraian itu diketahui bahwa terdapat hubungan dalam mitologi terjadi gunung - gunung di Jawa.Di mana Gunung Mahameru atau Semeru, merupakan axis mundi atau tiga dunia (Bhurloka, Bhuwarloka, dan Swarloka), dari Jambhudwipa dipindahkan oleh para dewa ke Jawa.

Pangkalnya menancap di Jawa Barat dinamakan Gunung Kalasa yang menjadi Mahameru Tatar Sunda. Gunung yang dikenal dengan Gunung Salak tersebut berdiri di sebelah barat daya Bogor, bekas kota Pakuan Pajajaran, ibukota Sunda kuno setelah dipindahkan dari wilayah Galuh.

Kitab Tantu Panggelaran menjelaskan, bagian dasar Gunung Mahameru yang dipindahkan para dewa ke Jawa berada di Tatar Sunda. Sedangkan bagian tubuh dan puncaknya ada di Jawa Timur, artinya seluruh tanah Jawa diperkuat oleh bagian-bagian dari Mahameru.

Alhasil, memiliki kesucian yang setara di antara gunung - gunung di Jawa. Mengingat semua gunung merupakan rontokan Mahameru ketika dipindahkan oleh para dewa.

Pada Kitab Tantu Panggelaran, Gunung Salak atau Gunung Kalasa disebut pula dengan Gunung Sundawini, benih atau pusat pangkal Tatar Sunda. Naskah tersebut menjelaskan semula di puncak Gunung Sundawini terdapat arca Wisnu, yang terbuat dari emas oleh Mpu Barang.

Sementara di kaki Gunung Sundawini, terdapat mandala perkampungan kaum agamawan, yang, disebut Rebhalas.Mengenai pentingnya Gunung Sundawini telah diketahui oleh para penggubah Kitab Tantu Panggelaran.

Gunung Sundawini pun dipercaya sebagai pangkal dari Mahameru, karenanya tubuh dan puncak Mahameru tidak berarti jika tidak berdiri di bagian pangkal gunung tersebut. Dari sini bisa disebutkan bahwa penangkal Mahameru terdapat di Tatar Sunda.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Mobil Wisatawan asal...
Mobil Wisatawan asal Tangerang Terjun ke Jurang 50 Meter di Gunung Halimun Salak
Rekomendasi
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved