7 Korban Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana Masih di ICU

Senin, 13 Mei 2024 - 12:54 WIB
loading...
7 Korban Kecelakaan...
Sebanyak tujuh korban kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat masih dalam perawatan intensif di ruang intensive care unit (ICU). Foto/MPI
A A A
DEPOK - Sebanyak 19 korban kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat masih dalam perawatan. Dari total korban luka, sebanyak tujuh orang masih dalam perawatan intensif di ruang intensive care unit (ICU).

Direktur PT Jasa Raharja, Rivan Achmad Purwantono mengatakan selain memberikan bantuan kepada 11 orang korban meninggal dunia. Pihaknya memberikan bantuan kepada korban kecelakaan yang saat ini masih dalam perawatan.

Baca juga: KNKT: Investigasi Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana Masih Proses Pengumpulan Fakta

Dia menyebut sebanyak 19 orang mengalami luka dan saat ini masih dalam proses perawatan. Dari total yang menjalani perawatan tujuh di antaranya masih menjalani perawatan di ICU dengan rincian enam orang dirawat di RS UI dan satu orang di RS Brimob, Depok.

"Kemudian untuk luka-luka itu ada di dua yaitu RS Brimob dan RS UI yang sekarang ini sedang menjalani perawatan. Dan itu juga telah langsung dilakukan perawatan atas jaminan dari Jasa Raharja," ujar Rivan di Jakarta, Senin (13/5/2024).

"Saat ini beberapa yang perawatan ICU pun sudah dilakukan perawatan dengan maksimal dan baik. Yang di ICU sedang dalam tahapan recovery dan untuk yang rawat luka ringan juga akan segera bisa sembuh dan kembali," sambungnya.

Dia mengatakan untuk korban meninggal jumlah santunan yang diberikan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta, sementara korban luka yang menjalani perawatan maksimal Rp20 juta.

"Santunan Jasa Raharja kalau luka-luka maksimal 20 juta. (Kalau lebih) dapat dirujuk dengan BPJS Kesehatan. Ini sudah menjadi sistem yang terintegrasi," jelasnya.

Dia berharap peristiwa kecelakaan yang menimpa anak bangsa menjadi perhatian dan pembelajaran bersama agar selalu menjaga kondisi kendaraan dan selalu mementingkan keselamatan.

Baca juga: Sabuk Pengaman Penumpang Bus: Kunci Keselamatan di Jalan Raya, Cegah Tragedi Ciater Terulang

"Keselamatan menjadi sangat penting. Tidak terjadi kelalaian yang berdampak pada kehilangan anggota keluarga," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan...
Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Aplikasi untuk Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved