16 Desa di Luwu Masih Terisolir Jadi Perhatian Khusus BNPB
Selasa, 07 Mei 2024 - 21:04 WIB
loading...
Banjir bandang dan tanah longsor di Luwu, Sulsel menjadi perhatian serius BNPB karena menelan korban jiwa dan terdampak parah. Foto/Ist
A
A
A
LUWU - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Tujuh daerah tersebut yakni, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Enrekang, Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Sinjai,
Khusus Kabupaten Luwu menjadi perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), karena menelan korban jiwa dan terdampak parah.
Baca juga: 2 Korban Banjir Luwu Kembali Ditemukan, Total 13 Orang Tewas
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto yang meninjau langsung lokasi banjir mengatakan, dampak banjir di Kabupaten Luwu harus ditangani secara terus menerus. Hal itu karena ada 12 warga yang menjadi korban dan sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, serta masih ada desa yang terisolir.
"Ada 16 desa di Kabupaten Luwu yang sampai saat ini masih terputus komunikasi dengan wilayah lainnya, karena ada tiga jembatan yang putus. Karena itu, ini yang jadi perhatian kami, pemerintah daerah Kabupaten Luwu, pemerintah provinsi, TNI Polri, dan relawan, agar memastikan masyarakat yang di 16 desa ini tidak mengalami kekurangan logistik ataupun kebutuhan-kebutuhan lainnya," katanya saat Konferensi Pers, di Posko Induk Penanganan Bencana, di Lapangan Andi Djemma, Luwu, Selasa, (7/5/2024).
Baca juga: Dramatis! Detik-detik 8 Warga Korban Banjir Luwu Dievakuasi Seberangi Sungai dengan Tali
Khusus Kabupaten Luwu menjadi perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), karena menelan korban jiwa dan terdampak parah.
Baca juga: 2 Korban Banjir Luwu Kembali Ditemukan, Total 13 Orang Tewas
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto yang meninjau langsung lokasi banjir mengatakan, dampak banjir di Kabupaten Luwu harus ditangani secara terus menerus. Hal itu karena ada 12 warga yang menjadi korban dan sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, serta masih ada desa yang terisolir.
"Ada 16 desa di Kabupaten Luwu yang sampai saat ini masih terputus komunikasi dengan wilayah lainnya, karena ada tiga jembatan yang putus. Karena itu, ini yang jadi perhatian kami, pemerintah daerah Kabupaten Luwu, pemerintah provinsi, TNI Polri, dan relawan, agar memastikan masyarakat yang di 16 desa ini tidak mengalami kekurangan logistik ataupun kebutuhan-kebutuhan lainnya," katanya saat Konferensi Pers, di Posko Induk Penanganan Bencana, di Lapangan Andi Djemma, Luwu, Selasa, (7/5/2024).
Baca juga: Dramatis! Detik-detik 8 Warga Korban Banjir Luwu Dievakuasi Seberangi Sungai dengan Tali
Lihat Juga :