Ucapan Senior STIP saat Aniaya Taruna hingga Tewas: Mana Paling Kuat
Senin, 06 Mei 2024 - 17:50 WIB
loading...
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menunjukkan tersangka Tegar Rafi Sanjaya (21) yang menganiaya taruna junior tingkat I STIP Putu Satria Ananta Rustika (19) hingga tewas. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Taruna tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Putu Satria Ananta Rustika (19) tewas dianiaya seniornya Tegar Rafi Sanjaya (21) di kamar mandi. Polisi mengungkap ucapan pelaku saat menganiaya korban.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, motif penganiayaan itu dilatarbelakangi masalah senioritas. Pelaku sempat menanyakan siapa paling kuat saat menganiaya korban.
Baca juga: Kasus Kematian Taruna STIP, Polisi Tetapkan TRS Tersangka Tunggal
“Dan menurut saya, ada satu kalimat dari tersangka menyampaikan, "mana yang paling kuat". Kemudian dari korban mengatakan "saya yang paling kuat", karena dia merasa bahwa dia (korban) adalah ketua kelompok dari komunitas tingkat 1, maka penindakan yang dilakukan ini menggunakan kekerasan tangan kosong, tidak menggunakan alat apa-apa,” ujar Gidion, Senin (6/5/2024).
Menurut dia, pemukulan ini seolah jadi sebuah tradisi dari senior kepada junior. Korban bersama 4 rekannya kemudian dikumpulkan di kamar mandi.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, motif penganiayaan itu dilatarbelakangi masalah senioritas. Pelaku sempat menanyakan siapa paling kuat saat menganiaya korban.
Baca juga: Kasus Kematian Taruna STIP, Polisi Tetapkan TRS Tersangka Tunggal
“Dan menurut saya, ada satu kalimat dari tersangka menyampaikan, "mana yang paling kuat". Kemudian dari korban mengatakan "saya yang paling kuat", karena dia merasa bahwa dia (korban) adalah ketua kelompok dari komunitas tingkat 1, maka penindakan yang dilakukan ini menggunakan kekerasan tangan kosong, tidak menggunakan alat apa-apa,” ujar Gidion, Senin (6/5/2024).
Menurut dia, pemukulan ini seolah jadi sebuah tradisi dari senior kepada junior. Korban bersama 4 rekannya kemudian dikumpulkan di kamar mandi.
Lihat Juga :