alexametrics

Kekurangan Guru, Prajurit TNI Bantu Mengajar di Perbatasan

loading...
Kekurangan Guru, Prajurit TNI Bantu Mengajar di Perbatasan
Anggota TNI Satgas Pamtas RI-RDTL di Sektor barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpanggil untuk membantu meningkatkan ilmu pengetahuan kepada murid sekolah dasar di wilayah perbatasan tersebut. Foto iNews TV/Sefnat B
A+ A-
KEFAMENANU - Kekurangan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor pemerataan pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste tidak merata. Karena kebanyakan guru lebih banyak memilih mengajar di wilayah perkotaan, akibatnya banyak sekolah di pedalaman bahkan perbatasan menjadi berkurang.
Kekurangan Guru, Prajurit TNI Bantu Mengajar di Perbatasan

Melihat kondisi tersebut, beberapa anggota TNI Satgas Pamtas RI-RDTL di Sektor barat, Khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpanggil untuk membantu meningkatkan ilmu pengetahuan kepada murid sekolah di wilayah perbatasan.

Seperti yang dilakukan oleh Serda I Kadek Panji Tinna Astrawan anggota Yonmek 741/Garuda Nusantara terpaksa harus membantu memberikan ilmu pengetahuan matematika kepada anak siswa di SDK Nilulat, Kecamatan Bikomi Nilulat.

Berbekal saat pelaksanaan latihan Pratugas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat di home base, personel telah diberikan bekal dan tata cara mengajar yang baik dan mudah dipahami oleh murid. Sehingga dapat diaplikasikan kepada murid yang berada di perbatasan.
Kekurangan Guru, Prajurit TNI Bantu Mengajar di Perbatasan

"Murid-murid di SDK Ninulat cukup mengerti dengan teknik - teknik berhitung yang telah saya berikan. Jadi murid bisa belajar dengan cepat dan mudah dimengerti," ungkap Serda I Kadek Panji Tinna Astrawan, selaku Wadanpos Ninulat, di Nilulat, Rabu (16/1/2019).



Saat ini jumlah guru di SDK Nilulat sebanyak enam orang dengan status tiga orang PNS dan tiga orang guru tenaga honorer, padahal jumlah siswa yang harus mereka ajar sebanyak 78 anak.

"Kita dari TNI hanya membantu mengajar setiap Senin dan Selasa, Mata pelajaran yang diajarkan diantaranya, Tematik (IPA, IPS, PKN, Bahasa Indonesia dll) - PJOK (pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan) - PBB (Peraturan Baris Berbaris)- Kesenian dan Pramuka," tandas I Kadek Panji Tinna Astrawan.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak