Sudaryono Jadi Kandidat Cagub Jateng, Ini Kata Pengamat Politik Undip
Kamis, 02 Mei 2024 - 18:39 WIB
loading...
Dukungan Partai Demokrat terhadap Partai Gerindra semakin membawa angin segar bagi Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono maju sebagai Cagub Jateng. Foto/MPI/Eka Setiawan
A
A
A
SEMARANG - Dukungan Partai Demokrat terhadap Partai Gerindra semakin membawa angin segar bagi Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah (Jateng) Sudaryono maju sebagai calon gubernur (Cagub) Jateng.
Jika kedua partai ini berkoalisi, maka sudah bisa memenuhi syarat untuk mengusung Cagub Jateng.
Baca juga: Pilgub Jateng, Gerindra Buka Peluang Koalisi dengan PDI Perjuangan
"Prinsipnya dia (partai) harus punya kursi 20 persen untuk bisa mengusung. Jadi sepertinya bisa. Kalau 24 kursi dari 120, total 20 persennya, ya berarti cukup," kata pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip) Fitriyah, Kamis (2/5/2024).
Dia mengamini saat ini Sudaryono merupakan salah satu calon kuat dalam Pilgub Jateng. Sebab, berdasarkan survei LKPI, nama Sudaryono berada di posisi dua setelah Hendrar Prihadi.
Hasil survei ini tentu menjadi pertimbangan yang kuat. Sebab Sudaryono termasuk sosok yang baru terjun ke dunia politik namun elektabilitasnya tinggi.
"Kalau ada calon yang kuat kecenderungannya partai-partai itu akan mengusung orang-orang yang kuat berdasar survei jadi mereka cenderung berkoalisi," ujarnya.
Baca juga: PDIP Bicara Kans Risma hingga Pacul Maju di Pilgub Jakarta dan Jateng
Fitriyah juga menilai dibanding calon-calon yang lain, Sudaryono lebih jelas dibandingkan kandidat lainnya untuk maju dalam Pilgub Jateng 2024.
"Sekarang memang banyak nama-nama yang muncul dan Mas Daryono ini, dia sepertinya lebih fix dibanding (nama) yang lain (untuk maju cagub)," tegasnya.
Ria mengaku sosok yang pantas mendampingi Sudaryono menjadi cawagub adalah dari partai religius. Kombinasi ini biasa dipakai pada Pilkada sebelumnya. Gabungan calon dari partai nasionalis dan religius ini berpeluang untuk menang.
"Iya (dari partai religius) itu pola dulu, pengalaman dalam Pilkada. Maka potensi yang menang itu mewakili kelompok nasionalis dan kelompok religius," ungkapnya.
Fitriyah menyebut mesin partai yang mengakomodir jaringan sampai ke bawah hingga pada pemilih lah yang menjadi ujung tonggak.
Jaringan partai dan tim sukses inilah yang nanti mempunyai kekuatan hingga bisa meyakinkan pemilih. "Jawa Tengah ini luas, jadi tergantung yang dilakukan oleh kandidat itu. Karena justru jaringan-jaringan yang di bawah itu yang mereka punya simpul-simpul ntuk mengatakan pada calon pemilih (calon) yang potensial," ujarnya.
Selain itu, Sudaryono yang merupakan orang terdekat dari Prabowo sebagai presiden terpilih juga memiliki keuntungan tersendiri.
Setelah Prabowo - Gibran dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada November mendatang, tentu Sudaryono akan memiliki dukungan yang tinggi, dibantu dengan kepopuleran Prabowo.
"Salah satu strategi itu memang kemudian memunculkan kedekatan dengan sosok yang dianggap lebih populer. Itu strategi, dan kebetulan partai itu mengusung presiden terpilih itu kan juga mengandung nilai jual," ungkapnya.
Menurutnya, sosok pemimpin Jateng harus bisa menampung opini masyarakat. Hal itulah yang harus dilakukan cagub Jateng. Termasuk Sudaryono.
"Kalau dia (cagub) mampu membaca opini masyarakat Jateng terus kemudian dia punya alat atau mesin yang bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang harapan mereka dan program kerjanya, itu yang akan berpeluang terpilih," ujarnya.
Adapun Partai Demokrat Jateng membuka peluang koalisi dengan Partai Gerindra untuk Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2024. Mereka menilai sosok Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Sudaryono potensial maju di Pilgub Jateng setelah berhasil memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
"Di sini, kami berpikir bagaimana Sudaryono bisa dicalonkan, meskipun kami juga melakukan penjajakan calon internal," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Rinto Subekti saat menghadiri acara halal bihalal di kantor DPD Partai Gerindra Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Jika kedua partai ini berkoalisi, maka sudah bisa memenuhi syarat untuk mengusung Cagub Jateng.
Baca juga: Pilgub Jateng, Gerindra Buka Peluang Koalisi dengan PDI Perjuangan
"Prinsipnya dia (partai) harus punya kursi 20 persen untuk bisa mengusung. Jadi sepertinya bisa. Kalau 24 kursi dari 120, total 20 persennya, ya berarti cukup," kata pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip) Fitriyah, Kamis (2/5/2024).
Dia mengamini saat ini Sudaryono merupakan salah satu calon kuat dalam Pilgub Jateng. Sebab, berdasarkan survei LKPI, nama Sudaryono berada di posisi dua setelah Hendrar Prihadi.
Hasil survei ini tentu menjadi pertimbangan yang kuat. Sebab Sudaryono termasuk sosok yang baru terjun ke dunia politik namun elektabilitasnya tinggi.
"Kalau ada calon yang kuat kecenderungannya partai-partai itu akan mengusung orang-orang yang kuat berdasar survei jadi mereka cenderung berkoalisi," ujarnya.
Baca juga: PDIP Bicara Kans Risma hingga Pacul Maju di Pilgub Jakarta dan Jateng
Fitriyah juga menilai dibanding calon-calon yang lain, Sudaryono lebih jelas dibandingkan kandidat lainnya untuk maju dalam Pilgub Jateng 2024.
"Sekarang memang banyak nama-nama yang muncul dan Mas Daryono ini, dia sepertinya lebih fix dibanding (nama) yang lain (untuk maju cagub)," tegasnya.
Ria mengaku sosok yang pantas mendampingi Sudaryono menjadi cawagub adalah dari partai religius. Kombinasi ini biasa dipakai pada Pilkada sebelumnya. Gabungan calon dari partai nasionalis dan religius ini berpeluang untuk menang.
"Iya (dari partai religius) itu pola dulu, pengalaman dalam Pilkada. Maka potensi yang menang itu mewakili kelompok nasionalis dan kelompok religius," ungkapnya.
Fitriyah menyebut mesin partai yang mengakomodir jaringan sampai ke bawah hingga pada pemilih lah yang menjadi ujung tonggak.
Jaringan partai dan tim sukses inilah yang nanti mempunyai kekuatan hingga bisa meyakinkan pemilih. "Jawa Tengah ini luas, jadi tergantung yang dilakukan oleh kandidat itu. Karena justru jaringan-jaringan yang di bawah itu yang mereka punya simpul-simpul ntuk mengatakan pada calon pemilih (calon) yang potensial," ujarnya.
Selain itu, Sudaryono yang merupakan orang terdekat dari Prabowo sebagai presiden terpilih juga memiliki keuntungan tersendiri.
Setelah Prabowo - Gibran dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada November mendatang, tentu Sudaryono akan memiliki dukungan yang tinggi, dibantu dengan kepopuleran Prabowo.
"Salah satu strategi itu memang kemudian memunculkan kedekatan dengan sosok yang dianggap lebih populer. Itu strategi, dan kebetulan partai itu mengusung presiden terpilih itu kan juga mengandung nilai jual," ungkapnya.
Menurutnya, sosok pemimpin Jateng harus bisa menampung opini masyarakat. Hal itulah yang harus dilakukan cagub Jateng. Termasuk Sudaryono.
"Kalau dia (cagub) mampu membaca opini masyarakat Jateng terus kemudian dia punya alat atau mesin yang bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang harapan mereka dan program kerjanya, itu yang akan berpeluang terpilih," ujarnya.
Adapun Partai Demokrat Jateng membuka peluang koalisi dengan Partai Gerindra untuk Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2024. Mereka menilai sosok Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Sudaryono potensial maju di Pilgub Jateng setelah berhasil memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
"Di sini, kami berpikir bagaimana Sudaryono bisa dicalonkan, meskipun kami juga melakukan penjajakan calon internal," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Rinto Subekti saat menghadiri acara halal bihalal di kantor DPD Partai Gerindra Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
(shf)
Lihat Juga :