Peringati May Day, Ribuan Buruh Akan Gelar Aksi di Patung Kuda dan Senayan Besok
Selasa, 30 April 2024 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
"Sebanyak 200.000 orang lebih akan mengikuti May Day di seluruh Indonesia, antara lain di Jakarta, Bandung, Serang, Surabaya, Semarang, Batam, Makassar, Banjarmasin, Ternate, Mimika, dan lain sebagainya," ujar Said Iqbal, Selasa (20/4/2024).
Baca juga: Aksi Buruh 1 Mei 2024, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan
Said Iqbal mengungkapkan upah buruh selama ini tidak seimbang dengan kenaikan inflasi daerah. Said Iqbal mencontohkan pada 2024, kenaikan upah di Kabupaten Tangerang 1,64%, Kabupaten Bekasi 1,59%, Kabupaten Karawang 1,575, di mana kenaikan tersebut di adalah di bawah nilai inflasi 2024 sebesar 2,8% dan di bawah angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.
"Kebijakan upah murah ini mengakibatkan upah riil dan daya beli buruh turun sebesar 30-40%. Dengan kata lain, dalam 5 tahun terakhir, upah riil buruh turun dan tidak ada kenaikan upah. Padahal pertumbuhan ekonomi rata-rata naik 5%," katanya.
Said Iqbal mengungkapkan masyarakat dari ekonomi menengah bawah tidak dapat menikmati pertumbuhan ekonomi dengan baik karena harga-harga kebutuhan pokok melonjak tinggi. "Berarti buruh tidak menikmati peningkatan daya beli dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang hanya dinikmati orang kaya," katanya.
Baca juga: Aksi Buruh 1 Mei 2024, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan
Said Iqbal mengungkapkan upah buruh selama ini tidak seimbang dengan kenaikan inflasi daerah. Said Iqbal mencontohkan pada 2024, kenaikan upah di Kabupaten Tangerang 1,64%, Kabupaten Bekasi 1,59%, Kabupaten Karawang 1,575, di mana kenaikan tersebut di adalah di bawah nilai inflasi 2024 sebesar 2,8% dan di bawah angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%.
"Kebijakan upah murah ini mengakibatkan upah riil dan daya beli buruh turun sebesar 30-40%. Dengan kata lain, dalam 5 tahun terakhir, upah riil buruh turun dan tidak ada kenaikan upah. Padahal pertumbuhan ekonomi rata-rata naik 5%," katanya.
Said Iqbal mengungkapkan masyarakat dari ekonomi menengah bawah tidak dapat menikmati pertumbuhan ekonomi dengan baik karena harga-harga kebutuhan pokok melonjak tinggi. "Berarti buruh tidak menikmati peningkatan daya beli dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang hanya dinikmati orang kaya," katanya.
(cip)
Lihat Juga :