Momen Basarnas Evakuasi Wanita Gempal yang Terjepit Drainase di Palangkaraya
Sabtu, 20 April 2024 - 11:30 WIB
loading...
Basarnas Palangkaraya mengevakuasi seorang wanita gempal terjepit beton drainase di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Foto: iNews TV/Ade Sata
A
A
A
PALANGKARAYA - Basarnas Palangkaraya melakukan evakuasi seorang wanita bernama Dede yang kaki terperosok ke dalam drainase dan terjepit beton drainase di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Evakusi setengah jam tersebut berakhir dramatis.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis 18 April 2024 itu sangat menegangkan meski evakuasi berakhir lancar. Peristiwa itu bermula saat Dede sedang berjalan menuju sebuah angkringan. Namun, di tengah jalan terperosok.
Tim Basarnas yang menerima informasi langsung segera bertindak cepat dan mendatangi lokasi untuk membantu korban. ”Proses evakuasi tidaklah mudah. Evakuasi hampir setengah jam,” kata Ketua Regu Basarnas Palangkaraya Febriady, Sabtu (20/4/2024).
Baca Juga: Evakuasi Dramatis, 3 Korban Kebakaran Loncat dari Rumah Kos Lantai 2
Kesulitan evakuasi itu terjadi lantaran kaki wanita tersebut, yang bertubuh gempal, sulit untuk ditarik keluar karena terjepit pada bagian kawat besi cor bangunan drainase. Sementara itu, korban harus menahan rasa sakit dan ketakutan.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis 18 April 2024 itu sangat menegangkan meski evakuasi berakhir lancar. Peristiwa itu bermula saat Dede sedang berjalan menuju sebuah angkringan. Namun, di tengah jalan terperosok.
Tim Basarnas yang menerima informasi langsung segera bertindak cepat dan mendatangi lokasi untuk membantu korban. ”Proses evakuasi tidaklah mudah. Evakuasi hampir setengah jam,” kata Ketua Regu Basarnas Palangkaraya Febriady, Sabtu (20/4/2024).
Baca Juga: Evakuasi Dramatis, 3 Korban Kebakaran Loncat dari Rumah Kos Lantai 2
Kesulitan evakuasi itu terjadi lantaran kaki wanita tersebut, yang bertubuh gempal, sulit untuk ditarik keluar karena terjepit pada bagian kawat besi cor bangunan drainase. Sementara itu, korban harus menahan rasa sakit dan ketakutan.
Lihat Juga :