Polda Metro Akan Panggil Pendeta Gilbert setelah Dalami Saksi dan Bukti

Jum'at, 19 April 2024 - 15:37 WIB
loading...
Polda Metro Akan Panggil...
Polda Metro Jaya bakal mengusut kasus dugaan penistaan agama Pendeta Gilbert Lumoindong soal ceramahnya yang menyinggung soal salat dan zakat dalam Islam. Foto/IG @pastorgilbertl
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya bakal mengusut kasus dugaan penistaan agama Pendeta Gilbert Lumoindong soal ceramahnya yang menyinggung soal salat dan zakat dalam Islam. Pemeriksaan pada Pendeta Gilbert dilakukan setelah saksi dan bukti telah kuat.

"Kalau Pendeta Gilbert nanti kita masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dulu, maupun alat bukti yang ada," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, Kamis (19/4/2025).

Baca juga: PBNU Minta Pendeta Gilbert Tak Dipolisikan: Dia Sudah Minta Maaf

Lebih detail dia menjelaskan, sebelum melakukan pemeriksaan terhadap Gilbert pihaknya akan terlibih dahulu melakukan pendalaman terhadap saksi dan bukti.

"Setelan rangkaian itu baru kita mungkin mengarah ke sana (pemeriksaan Pendeta Gilbert). Tapi harus kita lengkapi dulu," jelasnya.

Sebelumnya, pihaknya juga bakal melakukan pendalaman video ceramah tersebut. Nantinya, pelapor dalam kasus tersebut yakni Farhat Abbas juga bakal turut dipanggil.

"Termasuk pendalaman barang bukti yang beradar di media maupun melakukan pengecekan terhadap tempat ibadah," ungkapnya.

Diketahui, viral di media sosial di mana Pendeta Gilbert Lumoindong yang membuat gaduh soal ceramahnya yang mambandingkan zakat antara umat Islam dengan Kristen yang dianggap keliru.

Dari video yang beredar di media sosial, pernyataan Pendeta Gilbert itu dianggap menghina agama Islam karena hanya membayar zakat 2,5% saja. Dalam video itu, ia terkesan menyombongkan diri karena umat Kristen biasa bersedekah 10%.

Menurut pernyataan Gilbert, hal tersebut diutarakannya ketika menyinggung ibadah salat umat Islam yang harus bersuci dulu.

"Saya Islam diajari bersih sebelum sembahyang, cuci semuanya. Saya bilang, lu 2,5 persen gua 10 persen," ujar Pendeta Gilbert.

Kemudian, ia melanjutkan ceramahnya bahwa umat Kristiani sudah disucikan oleh darah Yesus.

"Bukan berarti gua jorok, disucikan oleh darah Yesus," katanya.

Baca juga: Pendeta Gilbert Resmi Dilaporkan Dugaan Penistaan Agama ke Polda Metro

Gilbert membandingkan dengan sedekah 10% umat Kristiani tak perlu repot ibadah hanya bernyanyi sementara umat ibadah salat umat Islam cukup berat karena harus melipat kaki saat atahiyat akhir.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Rekomendasi
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved