Kisah Sifat Tegas Sultan Agung yang Berani Hukum Putra Mahkota

Rabu, 17 April 2024 - 06:14 WIB
loading...
Kisah Sifat Tegas Sultan...
Sultan Agung merupakan sosok yang berhasil membawa Kerajaan Mataram ke masa kejayaan. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Sultan Agung merupakan sosok yang berhasil membawa Kerajaan Mataram ke masa kejayaan. Sang raja konon dikenal dengan pribadi cerdas, cerdik, tapi juga tegas. Ketegasan dan kecerdasan Sultan Agung digambarkan oleh beberapa utusan Belanda yang mendatangi pemerintahan Mataram.

Saat itu sang utusan Belanda H. De Haen mengisahkan Sultan Agung bertanya beberapa hal kepadanya. Salah satunya mengenai letak negara Belanda, Inggris, dan Spanyol. Bahkan bahasa dari negara tersebut juga menimbulkan keheranan bagi Sultan Agung. Ketertarikan sang sultan terhadap hal-hal keilmuan menang cukup tinggi, karena pribadi cerdasnya.

Sementara itu kisah sifat tegas Sultan Agung terlihat ketika empat pejabat istana kerajaan bermain curang dalam permainan mirobolani. Sultan memerintahkan agar kuda-kuda mereka diambil dan pemiliknya dihadapkan kepada Sultan.

Sebagaimana dikutip dari Soedjipto Abimanyu pada bukunya "Babad Tanah Jawi", kuda-kuda tersebut dipenggal kepalanya. Sultan juga berkata kepada para pemain mirobolani tersebut, jika mereka mengulangi perbuatan curangnya, maka ia akan memperlakukan mereka sama seperti yang dilakukan terhadap kuda-kuda mereka.

Baca Juga: Kisah Kegagalan Sultan Agung Islamkan Pulau Dewata

Kerasnya Sultan Agung dalam bertindak dialami oleh Antonie Paulo, seorang Belanda yang dilemparkan ke danau yang penuh buaya karena dituduh telah melakukan tindakan sihir. Hal serupa juga dialami oleh Thomas Locatier, seorang tahanan Belanda yang dibunuh dengan kejam sebagai bukti kemarahan Sultan Agung pada tahun 1640 Masehi.

Selain tegas, Sultan Agung juga melaksanakan hukuman tanpa memandang pangkat dan derajat. Hukuman pernah dijatuhkan kepada Putra Mahkota, yaitu Pangeran Adipati Anom, yang dilaporkan telah berbuat tak senonoh dengan istri muda Tumenggung Wiraguna.

Pangeran Adipati Anom mengira bahwa kekuasaan dan keagungannya sebagai putra seorang raja akan membuat Tumenggung Wiraguna tidak akan melaporkan kesalahannya kepada ayahnya. Namun Pangeran Adipati Anom ternyata salah mengira karena Tumenggung Wiraguna beserta para pembantunya melaporkan perbuatan Pangeran kepada Sultan Agung.

la sangat terkejut mendengarnya, sehingga selama 30-40 hari, ia mengurung diri. Putra mahkota dihukum dengan cara dikucilkan, tidak boleh bertatap muka dengan ayahnya, walaupun pada akhirnya ia memaafkan setelah Putra Mahkota menyadari kesalahannya. Setelah 3 tahun menjalani hukuman, ia dipanggil kembali ke istana, dan segala sesuatu berjalan seakan-akan tidak pernah terjadi.

Baca Juga: Biografi Sultan Agung: Kelahiran, Kesaktian, dan Kematiannya

Sifat amarah Sultan Agung juga menimbulkan rasa takut bagi para pejabat kerajaan. Hal ini digambarkan ketika ia mendengar pemberontakan di Sumedang dan Ukur. Semua pejabat kerajaan duduk terpaku karena takut dan tidak seorang pun yang berani berkutik.

Saat itu, Sultan Agung tidak segan-segan memberi perintah kepada pasukan-pasukan yang ditugaskan untuk menumpas adanya pemberontakan untuk memusnahkan penduduk, membunuh laki-laki, merampas wanita - wanita dan anak-anak, merampok harta benda yang bergerak, dan membakar rumah-rumah penduduk. Hukuman tegas ke pengkhianat atau para prajurit yang meninggalkan medan perang juga tidak segan-segan diberi hukuman mati.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pesan Menohok Dudung...
Pesan Menohok Dudung ke Habib Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Ulama dan Cendikiawan...
Ulama dan Cendikiawan Iran yang Berjasa untuk Islam dan Dunia
Buya Yahya Ajak Masyarakat...
Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Berat
Rekomendasi
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Berita Terkini
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved