alexametrics

Gugatan Cerai Berujung Petaka, Suami Bakar Istrinya

loading...
Gugatan Cerai Berujung Petaka, Suami Bakar Istrinya
Arham (40) warga Barru, Sulsel tega membakar istrinya, Andi Umrah (36), Senin pagi (26/11/2018) hanya karena tak rela digugat cerai. Foto Ilustrasi SINDOnews
A+ A-
BARRU - Entah setan apa yang merasuki Arham (40) sehingga tega membakar istrinya, Andi Umrah (36) Senin pagi (26/11/2018). Kejadian ini terjadi di rumah pasangan suami istri ini di Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru hingga menggegerkan warga sekitar. Warga lalu melaporkan kejadian ini ke polisi.

Menurut Kapolres Barru, AKBP Burhaman, hasil penyelidikan polisi di lapangan diketahui, pelaku Arham membakar istrinya dengan terlebih dahulu menyiramkan bahan bakar minyak jenis pertalite ke tubuh Umrah. Usai menyiram pertalite, Arham yang merupakan warga Kota Makassar ini langsung menyulut api dan membakar istrinya.

"Setelah kejadian pelaku langsung melarikan diri. Saya sudah perintahkan kasat reskrim dan kanit buser untuk memburu pelaku sampai dapat," kata Burhaman saat dihubungi.



Menurut sumber di lapangan, pelaku nekat membakar sang istri karena digugat cerai di pengadilan. Pelaku yang tak terima hendak digugat cerai kalap dan membakar istrinya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Pangkep, AKP Sainuddin membenarkan hal ini. Ia mengatakan, meski berstatus suami-istri, namun dalam dua tahun terakhir mereka sudah pisah rumah, Arham tinggal di Makassar sementara istrinya, Umrah tetap di Barru Sainuddin menuturkan, sebelum kejadian, keduanya bertengkar melalui WhatsApp. Tak tahan bertengkar, Arham diduga berniat menuntaskan pertengkaran itu dengan membakar istrinya.

"Jadi dia datang ke rumah istrinya di Barru dengan membawa pertalite. Sampai di rumah, langsung dia siramkan dan bakar istrinya. Peristiwa ini terencana, pelaku dan korban bertengkar dan dia juga sengaja beli pertalite sebelum ke rumah istrinya," kata Sainuddin.

Sainuddin mengatakan, perbuatan pelaku kepada korban ini masuk kategori penganiayaan berat. Ia mengatakan, polisi pasti akan menangkap Arham untuk bertanggungjawab atas perbuatan bengisnya itu.

Dugaan perencanaan ini dibenarkan kakak korban, Andi Mustari. Menurutnya sejak lama keduanya memang kerap bertengkar. Dimata Mustari, Arham memang bukan orang beres, ia sering dicari-cari banyak orang karena persoalan utang piutang.

"Sudah lama itu (korban) mau dihabisi. Mereka selalu cekcok, Arham juga dicari banyak orang karena kasus utang piutang dan penggelapan. Makanya Umrah minta cerai," kata Mustari yang juga mantan kades di Barru ini.

Terkait motif lain penyebab nekatnya Arham melakukan penganiayaan dengan membakar istrinya, Burhaman mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Hal tersebut akan diketahui setelah pelaku tertangkap. Korban Umrah sendiri saat ini masih dalam penanganan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Barru.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Barru, dr Amis Rifai saat dihubungi mengatakan sedang tidak berada di kantornya karena mengadiri rapat di DPRD Barru. Namun dari laporan yang diterimanya, korban mengalami luka bakar di bagian lengan dan beberapa bagian tubuh lainnya. "Korban ditangani dokter spesialis. Laporan awal saya terima luka bakarnya di bagian lengan. Sementara untuk detailnya belum saya terima, saya masih di DPRD," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak