Kisah Sunan Giri Dirikan Pesantren, Sempat Diserang Majapahit

Selasa, 09 April 2024 - 06:17 WIB
loading...
Kisah Sunan Giri Dirikan...
Sunan Giri mendirikan pondok pesantren (Ponpes) bernama Giri Kedaton di Gresik, Jawa Timur. Foto/Ilustrasi Ist
A A A
Sunan Giri mendirikan pondok pesantren (Ponpes) dan menjadi pusat pengajaran Islam. Giri Kedaton demikian nama pesantren yang berdiri sekitar abad 15 sampai 17 Masehi di Gresik, Jawa Timur. Perannya sebagai penyebar agama Islam dan salah satu dari Walisongo, kian membuat pesantren ini berkembang pesat.

Bahkan seiring waktu pesantren ini, konon berubah menjadi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam. Kerajaan ini pernah mencapai puncak kejayaannya, sehingga menjadi pusat agama Islam yang pengaruhnya lumayan luas hingga menyebar ke daerah Maluku.

Awal mula berdirinya kerajaan ini adalah, bahwa suatu ketika Raden Paku pergi menemui ayahnya yang menjadi ulama di Pasai, bernama Maulana Ishak. Sang ayah lalu menyuruhnya untuk mendirikan sebuah pondok pesantren di daerah Gresik, dikutip dari buku "Sunan Giri", tulisan Umar Hasyim.

Perintah dari sang ayah itu pun dilaksanakan. Raden Paku lalu menemukan tanah yang mirip dengan tempat tinggal ayahnya. Tanah tersebut berlokasi di Bukit Giri yang sekarang masuk kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Strategi Sultan Agung Taklukkan Kerajaan Giri Kedaton Warisan Sunan Giri

Di atas bukit itu, raden Paku mendirikan sebuah bernama Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pesantren pesantren tersebut, Raden Paku lalu bergelar Prabu Satmata, atau Sunan Giri I. Saat pesantren Giri Kedaton telah didirikan, banyak santri yang berbondong-bondong belajar di dalamnya.

Para santri yang belajar di Giri Kedaton itu bukan hanya dari Jawa, melainkan dari berbagai penjuru Nusantara bahkan ada yang berasal dari Ternate. Begitupula, Giri Kedaton menerima santri dari berbagai kelas sosial. Para santri yang belajar di Giri Kedaton karenanya bukan hanya dari kalangan rakyat kecil, tetapi juga para pangeran dan bangsawan.

Pada saat yang sama, Kerajaan Majapahit memasuki usia keruntuhannya. Di masa-masa rapuhnya itu, Majapahit sempat dilanda kekhawatiran melihat perkembangan Giri Kedaton yang begitu pesat. Para pangeran yang telah menamatkan pendidikan dari Giri Kedaton dan telah kembali ke negeri masing-masing banyak mengobarkan semangat baru untuk lepas dari kekuasaan Majapahit.

Sejak meletusnya Perang Paregreg tahun 1401-1406, daerah kekuasaan Majapahit memang semakin berkurang dan kian menunjukkan kemundurannya. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa kekuatan Giri Kedaton kian membuat Majapahit terpuruk.

Baca Juga: Perjuangan Sunan Giri dalam Berdakwah, Merangkul Bukan Memukul

Tak ayal pesatnya perkembangan Giri Kedaton membuat Kerajaan Majapahit menyuruh para sekutunya yang masih setia, di antaranya adalah Sengguruh, untuk menyerang Giri. Dalam serangan ini, pesantren Giri Kedaton yang hanya terdiri dari para santri tentu saja mengalami kekalahan. Akibat kekalahan ini, pemimpin pesantrennya, Sunan Dalem sampai mengungsi ke desa Gumena.

Meski diterpa oleh berbagai ujian dan cobaan, pesantren Giri Kedaton tetap eksis hingga mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Sunan Prapen tahun 1548-1605. Saat di masa keemasannya itu, pesantren Giri Kedaton tidak sekadar mengembangkan sekolah agama, tetapi juga berubah menjadi "kerajaan" yang memiliki kekuatan politik.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
MotoGP Indonesia 2026...
MotoGP Indonesia 2026 Resmi Diluncurkan, Mandalika Siap Sambut Sorotan Dunia
Berita Terkini
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved