Dirampok, Bolot Ditemukan Tewas dengan Luka Senjata Tajam di Leher
Minggu, 16 Agustus 2020 - 14:04 WIB
loading...
Lugito alias Bolot (68) ditemukan tewas di warung kelontong miliknya. Dia diduga merupakan korban perampokan disertai pembunuhan.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
PEMBUNUHAN - Seorang pria tua ditemukan tewas mengenaskan di kamar mandi warung kelontongnya di Gang Kong Pekung RT 02/16, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Korban Lugito alias Bolot (68) diduga merupakan korban pembunuhan.
Sebab, petugas Polrestro Bekasi yang melakukan olah TKP mnemukan adanya luka senjata tajam di bagian leher dan perut korban. Tetangga korban, Mini mengatakan, korban ditemukan tewas pada Sabtu, 15 Agustus 2020 pukul 13.30 WIB oleh dua orang bocah berkisar usia 10 tahun hendak membeli jajanan.
"Bocah yang mau jajan ini langsung masuk ke warung dan menemukan korban sudah dalam keadaan tewas di kamar mandi," kata Mini kepada wartawan Minggu (16/8/2020). Melihat hal itu, kata dia, kedua bocah tersebut langsung melaporkan temuannya kepadanya.
Menurut dia, korban dikenal ramah kepada warga meski bukan warga setempat. Pak Bolot membangun tiga kontrakan dan satu bangunan untuk dijadikan warung kelontong sejak tahun 2006, di sana. Namun, dia tidak menempati warung kelontongnya untuk tidur. (Baca: Tak Pakai Masker, 21 Warga Sunter Agung Diberi Sanksi)
Selama ini, Pak Bolot hanya beraktivitas menjual warung mulai pukul 07.00-19.00 WIB."Jadi pulang ke Kampung Pulo Kecil (Kayuringin Jaya). Enggak buat tidur, buat jualan sambil mantau kontrakan saja, orangnya baik, kalau ada kegiatan warga ikut turun juga," tegasnya.
Sebab, petugas Polrestro Bekasi yang melakukan olah TKP mnemukan adanya luka senjata tajam di bagian leher dan perut korban. Tetangga korban, Mini mengatakan, korban ditemukan tewas pada Sabtu, 15 Agustus 2020 pukul 13.30 WIB oleh dua orang bocah berkisar usia 10 tahun hendak membeli jajanan.
"Bocah yang mau jajan ini langsung masuk ke warung dan menemukan korban sudah dalam keadaan tewas di kamar mandi," kata Mini kepada wartawan Minggu (16/8/2020). Melihat hal itu, kata dia, kedua bocah tersebut langsung melaporkan temuannya kepadanya.
Menurut dia, korban dikenal ramah kepada warga meski bukan warga setempat. Pak Bolot membangun tiga kontrakan dan satu bangunan untuk dijadikan warung kelontong sejak tahun 2006, di sana. Namun, dia tidak menempati warung kelontongnya untuk tidur. (Baca: Tak Pakai Masker, 21 Warga Sunter Agung Diberi Sanksi)
Selama ini, Pak Bolot hanya beraktivitas menjual warung mulai pukul 07.00-19.00 WIB."Jadi pulang ke Kampung Pulo Kecil (Kayuringin Jaya). Enggak buat tidur, buat jualan sambil mantau kontrakan saja, orangnya baik, kalau ada kegiatan warga ikut turun juga," tegasnya.
Lihat Juga :