alexametrics

Kurang Promosi, Pedagang PKL Skywalk Cihampelas Banyak Gulung Tikar

loading...
Kurang Promosi, Pedagang PKL Skywalk Cihampelas Banyak Gulung Tikar
Salah satu kios milik pedagang di Teras Cihampelas memilik tutup karena sepi pengunjung, Rabu(24/10/2018). iNews.id/Yogi Pasha
A+ A-
BANDUNG - Daya tarik Skywalk Cihampelas, salah satu kawasan destinasi wisata di Kota Bandung kini mulai meredup. Selain kumuh, kawasan pedistrian melayang atau yang dikenal dengan Teras Cihampelas mulai dikeluhkan para pedagang binaan Pemkot Bandung.

Seorang pedagang sendal di Teras Cihampelas Kiki Amaluki mengaku, sejak delapan bulan terakhir wisatawan yang berkunjung ke Skywalk Cihampelas turun drastis. Terutama pengunjung yang berbelanja di kawasan pedagang Teras Cihampelas. Kondisi itu terlihat dari omzet yang diperoleh ratusan PKL di sepanjang Teras Cihampelas menurun drastis.

Bahkan, tidak sedikit pedagang yang direlokasi dan ditata di atas Teras Cihampelas gulung tikar alias bangkrut. "Sekarang sepi. Pendapatan juga susah. Banyak yang gukung tikar," keluh Kiki saat ditemui di Teras Cihampelas, Rabu 24 Oktober 2018.



Dia menyebutkan, sepinya pengunjung yang naik ke Teras Cihampelas akibat tidak adanya inovasi baru atau sosialisasi yang digebyarkan pemerintah. Menurut dia, pengunjung yang datang ke Cihampelas lebih memilih berbelanja di lapak PKL yang berada di bawah jembatan dari pada kios pedagang yang di atas.

"Komitmen awal tidak dijalankan. Padahal, kami bersedia dipindah ke atas untuk ditata dengan syarat tidak ada PKL yang berjualan di bawah," katanya.

Kiki menilai, kondisi pedagang PKL yang berada di atas Teras Cihampelas sangat berbeda dengan yang di bawah. Padahal penataan PKL di Teras Cihampelas ini menjadi percontohan bagi kawasan lain.

"Ternyata hanya beberapa bulan saja setelah diresmikan. Sekarang bukan solusi. Keberadaan Teras Cihampelas justru membuat para PKL yang sudah direlokasi naik ke atas Skywalk menjerit," ujarnya.

Kiki merupakan salah satu pedagang Teras Cihampelas yang masih bertahan dengan modal seadanya. Sedangkan, puluhan PKL lain lebih memilih tutup dan mengontrakkan kiosnya kepada pedagang lain. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang kembali ke trotoar untuk menyambung hidup.

“Di bawah banyak PKL baru. Untuk apa ada relokasi kalau yang di bawah dibiarkan. Sementara kami di sini sepi, tidak ada yang beli,” cetus Kiki.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak