Pengawasan Kolaboratif Itjen Kemenag Libatkan Tokoh dan Ormas

Rabu, 27 Maret 2024 - 13:03 WIB
loading...
Pengawasan Kolaboratif...
Itjen Kemenag menggelar Coffee Iftar Media Pengawasan Kolaboratif Pelibatan Tokoh Organisasi Masyarakat sdi Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta. Foto/SINDOnews/Sunu Hastoro Fahrurozi
A A A
JAKARTA - Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) melaksanakan pengawasan kolaboratif dengan melibatkan tokoh agama dan organisasi masyarakat (ormas).

Pelibatan ormas dilakukan agar penetrasi pengawasan bisa masuk lebih dalam dan komprehensif. Pemaparan program ini dilakukan dalam acara Coffee Iftar Media "Pengawasan Kolaboratif Pelibatan Tokoh Organisasi Masyarakat" sekaligus buka puasa bersama di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (27/3/2024).

Baca juga: Pengawasan Kolaboratif Efektif Cegah Penyimpangan dan Wujudkan Layanan Akuntabel

Inspektur Investigasi Itjen Kemenag, Ahmadun menerangkan bahwa pemilihan lokasi di pondok pesantren ini sekaligus menegaskan posisi pengawasan inspektorat. Pihaknya berkomitmen memastikan lingkungan pesantren yang aman dan berkualitas bagi semua santri di lingkungan lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag.

“Dalam pengawasan pelibatan organisasi masyarakat ini kami berharap tantangan pengawasan yang belum bisa banyak masuk ke ranah non-birokrasi bisa semakin teratasi,” kata Ahmadun.

Itjen juga telah melakukan pengawasan terkait di lembaga pendidikan dan hasilnya masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Di antaranya berupa kurangnya standar operasional prosedur (SOP) terkait alur penanganan hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip pendidikan.

“Dengan pelibatan Ormas kami berharap dapat mereduksi hal-hal yang tidak dibenarkan tersebut. Juga bisa lebih mendorong sampainya informasi jika terjadi hal demikian,” ujarnya.

Baca juga: Stafsus Menag Minta Itjen Manfaatkan Ruang Digital untuk Pengawasan

Ahmadun menekankan bahwa keberadaan SOP yang jelas dan terstandaridisasi sangat penting untuk memastikan respons cepat dan efektif terhadap kasus-kasus kekerasan.

Kemenag akan terus berupaya untuk memberikan bimbingan dan dukungan kepada pesantren dalam pengembangan SOP yang sesuai dan efektif untuk menangani kasus kekerasan.

Ahmadun juga menegaskan pentingnya transparansi dan pembukaan diri terhadap isu-isu kekerasan di lingkungan pesantren. Dengan adanya SOP yang jelas dan terstandarisasi, diharapkan setiap pesantren dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para santri.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah KH Mahrus Iskandar menyatakan, pihaknya mendukung pelibatan Ormas dalam pengawasan kolaboratif oleh Itjen Kemenag ini.

Sedangkan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kemenag, Akhmad Fauzin menjelaskan bahwa pelibatan tokoh masyarakat dan ormas dalam pengawasan sudah digagas sejak lama.

"Kolaborasi tidak hanya dengan jurnalis tetapi juga dengan tokoh dan ormas ini menunjukkan keterbukaan Kemenag,"{ ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Sesalkan Pembubaran...
Sesalkan Pembubaran Ibadah GMS Bantul, Kemenag Minta Polda DIY Tangkap Pelaku
Teken MoU, Budi Luhur...
Teken MoU, Budi Luhur University Perluas Kerja Sama Akademik Internasional
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Buntut Pendiri Ponpes...
Buntut Pendiri Ponpes Cabul, Kemenag Pindahkan Santri ke Sejumlah Sekolah di Pati
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
Beasiswa Indonesia Bangkit...
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Buka Program Magister Lanjut Doktor, Kuliah S2 hingga S3 Jalur Cepat
Rekomendasi
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved