Legenda Prabu Jayabaya, Raja Kediri Titisan Dewa Wisnu Peramal Sakti dari Abad ke-12

Rabu, 27 Maret 2024 - 06:17 WIB
loading...
Legenda Prabu Jayabaya,...
Potret Penguasa Kerajaan Kediri Jayabaya versi AI. Foto/AI Nusantara
A A A
KEDIRI - Penguasa Kerajaan Kediri Jayabaya konon digambarkan sebagai titisan Dewa Wisnu. Hal ini dikarenakan sosoknya yang kuat, gagah, dan berwibawa, menjadi alasan bagaimana sosoknya digambarkan naskah kuno Kakawin Bharatayudha menyerupai titisan Dewa Wisnu.

Kebetulan saat itu di Panjalu, pemujaan Dewa Wisnu sedang memuncak.Semua raja Panjalu adalah titisan Dewa Wisnu. Dalam Prasasti Ngantang dan Prasasti Talan, Raja Jayabhaya sendiri dikatakan Madhusudana awatara atau titisan Wisnu.

Pada Bharatayuda pupuh 52/4, Raja Jayabhaya juga disamakan dengan titisan Wisnu, yakni Bhatara Kresna.Dijelaskan pada naskah kuno tersebut bagaimana momen Bhatara Wisnu melihat keadaan Pulau Jawa.

Karena iba hatinya, lalu ia turun ke dunia untuk menjadi raja di Jawa demi keamanan dan kesejahteraan kerajaan.

Baca Juga: Kisah Kejayaan dan Warisan Abadi Raja Jayabaya

Dahulu, Bhatara Kresna sebagai titisan Dewa Wisnu berjaya gilang-gemilang dalam peperangan. Sekarang, yang menjadi sesembahan semesta alam ialah Bhatara Jayabhaya, ia melanjutkan tugas Bhatara Kresna.

Kakawin Bharatayudha juga menyinggung peranan Bhatara Kresna, ditonjolkan dari awal sampai akhir. Konon sosoknya memegang peranan penting sebagai pelaku utama. Semua kemenangan di pihak Pandawa dicapai berkat nasihat Bhatara Kresna.

Dikutip dari "Tafsir Sejarah Negarakretagama", dari sejarawan Prof. Slamet Muljana, disebut bahkan kemenangan Arjuna dalam perang melawan Karna juga dicapai berkat kebijaksanaan Bhatara Kresna.

Penonjolan peranan Kresna ini bertalian erat dengan pemujaan Dewa Wisnu yang sedang berkembang di Kerajaan Panjalu. Di Kakawin Bharatayudha pupuh 1/1-2 menguraikan persajian yang dilakukan oleh sang pahlawan.

Baca Juga: Kisah Ramalan Jayabaya Tentang Letusan Gunung Slamet dan Satrio Wirang Jegal Pemimpin Pemenang

Pahlawan itu dapat diidentifikasikan dengan Raja Jayabaya sendiri. Pada hakikatnya, uraian tentang sajian itu tidak lain kecuali bentuk puitis untuk menyatakan kemenangan yang diperoleh Raja Jayabaya dalam peperangan.

Berkat kemenangan-kemenangan itu, ia disebut pemenang di tiga jagat. Bahwa Kakawin Bharatayudha itu benar dimaksud untuk memperingati perang yang dilakukan oleh Prabu Jayabaya.

Terbukti dari uraian pupuh 52/3 tentang keadaan Pulau Jawa sebelum pemerintahan Prabu Jayabhaya. Dikatakan, Pulau Jawa adalah tanah yang subur makmur, sangat indah tidak ada taranya.

Tetapi, negara itu sedang menderita sedih, karena dirusak oleh orang-orang jahat. Raja yang memerintah tidak mampu menjaganya. Sayang, keindahan yang harum itu telah sirna, seperti hilangnya hutan bunga yang ditinggalkan raja binatang.

Dari uraian itu, jelaslah yang dimaksud dengan raja-raja yang menjaganya ialah raja-raja yang memerintah Panjalu sebelum munculnya Raja Jayabaya. Negara yang dimaksud tidak lain kecuali negara Panjalu. Musuh yang merusaknya ialah para penguasa Janggala.

Mereka itu dipandang sebagai musuh yang harus disirnakan Bhatara Wisnu. Itulah sebabnya Bhatara Wisnu turun dari kahyangan menitis ke dalam tubuh Raja Jayabaya. Berkat penjelmaan Wisnu, Raja Jayabaya berhasil membinasakan musuh.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Guru Besar Universitas...
Guru Besar Universitas Jayabaya Tekankan Pentingnya Pergeseran Paradigma dalam Hukum Kepailitan
Universitas Jayabaya...
Universitas Jayabaya Kukuhkan Ary Ginanjar Sebagai Profesor Kehormatan
Universitas Jayabaya...
Universitas Jayabaya Gelar Seminar Internasional, Wamenkum Bicara Hukum dan Perkembangan Zaman
Rekomendasi
Bukan Sekadar Batasi...
Bukan Sekadar Batasi Screen Time, Nova Nayla Bagikan Cara Bijak Mindful Parenting
Pengacara Ungkap Roy...
Pengacara Ungkap Roy Suryo-Tifa Merasa Diperlakukan Seperti Bukan Anak Bangsa saat Ditangkap Polisi
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gonzalo Plata Antar La Tri Menang dan Lolos ke Babak 32 Besar
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved