Puluhan Warga Ciparay Bandung Keracunan Makanan Usai Minum Takjil Es Kelapa
Minggu, 24 Maret 2024 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Dadan pun mengimbau masyarakat yang hendak mengkonsumsi makanan dan minuman apalagi saat bulan puasa Ramadhan harus dipastikan sehat, bergizi dan aman dari zat berbahaya.
"Penyuluhan kita lakukan semua sekolah, Qadarullah ada makanan (kasus dugaan keracunan) sekarang masyarakat harus waspada jajanan di luar," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati membenarkan adanya warga yang mengalami keracunan es kelapa tersebut.
Menurutnya kejadian itu terungkap setelah Puskesmas Ciparay mengalami peningkatan jumlah pasien dengan keluhan yang sama.
"Iya benar kejadiannya Sabtu kemarin. Adanya peningkatan jumlah pasien yang mencret-mencret, muntah, itu juga diduga setelah buka puasa,” ujar Yuli saat dihubungi.
Saat ini kata Yuli, pihaknya masih terus melakukan pendataan mana saja warga yang mengalami dampak keracunan dan memisahkan warga yang bukan sakit karena keracunan.
“Sekarang lagi didata dulu dipisahin yang kira-kira bukan sakit biasa karena makanan takjil atau apa. Karena tadi pagi juga ada lagi yang datang dengan gejala sama mencret. Ini takutnya masih nyambung yang kemarin atau bukan, kita lagi observasi dulu,” ujarnya.
"Penyuluhan kita lakukan semua sekolah, Qadarullah ada makanan (kasus dugaan keracunan) sekarang masyarakat harus waspada jajanan di luar," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati membenarkan adanya warga yang mengalami keracunan es kelapa tersebut.
Menurutnya kejadian itu terungkap setelah Puskesmas Ciparay mengalami peningkatan jumlah pasien dengan keluhan yang sama.
"Iya benar kejadiannya Sabtu kemarin. Adanya peningkatan jumlah pasien yang mencret-mencret, muntah, itu juga diduga setelah buka puasa,” ujar Yuli saat dihubungi.
Saat ini kata Yuli, pihaknya masih terus melakukan pendataan mana saja warga yang mengalami dampak keracunan dan memisahkan warga yang bukan sakit karena keracunan.
“Sekarang lagi didata dulu dipisahin yang kira-kira bukan sakit biasa karena makanan takjil atau apa. Karena tadi pagi juga ada lagi yang datang dengan gejala sama mencret. Ini takutnya masih nyambung yang kemarin atau bukan, kita lagi observasi dulu,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :