Cuaca Panas Menyengat Landa Bandung, BMKG: Fenomena Equinox!
Jum'at, 22 Maret 2024 - 13:58 WIB
loading...
Warga Bandung Raya merasakan cuaca panas yang menyengat dalam beberapa hari terakhir ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Warga di kawasan Bandung Raya merasakan cuaca panas yang menyengat dalam beberapa hari terakhir ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan bahwa cuaca panas terik yang melanda Bandung Raya di siang hari itu akibat fenomena equinox.
Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
Baca Juga: Begini Cara Mencegah Heatstroke saat Cuaca Panas Menyengat
“Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave (Gelombang Panas) yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” tulis keterangan resmi PPID BMKG dikutip Jumat (22/3/2024).
Dampak equinox tersebut salah satunya adalah intensitas paparan sinar matahari yang masuk ke bumi akan menjadi paling maksimal, khususnya untuk wilayah di garis lintang 0 derajat. Hal Inilah yang menyebabkan cuaca lebih panas menyengat dibanding siang hari.
Baca Juga: Fenomena Hari Tanpa Bayangan Melanda Indonesia, Waspada Panas Menyengat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan bahwa cuaca panas terik yang melanda Bandung Raya di siang hari itu akibat fenomena equinox.
Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
Baca Juga: Begini Cara Mencegah Heatstroke saat Cuaca Panas Menyengat
“Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave (Gelombang Panas) yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” tulis keterangan resmi PPID BMKG dikutip Jumat (22/3/2024).
Dampak equinox tersebut salah satunya adalah intensitas paparan sinar matahari yang masuk ke bumi akan menjadi paling maksimal, khususnya untuk wilayah di garis lintang 0 derajat. Hal Inilah yang menyebabkan cuaca lebih panas menyengat dibanding siang hari.
Baca Juga: Fenomena Hari Tanpa Bayangan Melanda Indonesia, Waspada Panas Menyengat
Lihat Juga :