Ridwan Kamil Dorong Seluruh UMKM di Jabar Hijrah ke Digital
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil juga memaparkan kondisi terkini terkait perekonomian Jabar serta strategi untuk membangkitkannya kembali. Berdasarkan studi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), ekonomi dan kesehatan Jabar dinilai dalam kondisi terkendali di tengah pandemi COVID-19 dimana Jabar berada pada kuadran I yang artinya ekonomi membaik dan kesehatan pun membaik.
"Berita baiknya Jawa Barat ini lebih terkendali secara umum dibanding provinsi besar lainnya terkait COVID-19, juga terkait ekonomi yang sudah kita relaksasi. Maka, Jawa Barat masuk ke kuadran di kanan atas, yaitu ekonomi membaik dan kesehatan membaik," kata dia.
Ada pun selama pandemi, Kang Emil berujar bahwa industri pangan atau pertanian menjadi sektor yang tidak terdampak secara signifikan. Dia pun yakin, dengan dukungan teknologi digital atau berbasis 4.0, industri pertanian akan menjadi ekonomi masa depan Jabar.
Dengan kondisi tersebut, Kang Emil juga mengajak kaum milenial dan generasi Z di Jabar untuk memanfaatkan potensi di desa dalam mengembangkan ekonomi berbasis perdesaan dengan dukungan teknologi digital.
"Dari catatan kami, industri pangan pertanian terkoreksinya sangat kecil dibanding jasa manufaktur. Jadi, pertanian menjadi sebuah keyakinan baru bahwa jika kita bisa swasembada, hal itu bisa menjadi peluang luar biasa bagi kaum milenial atau generasi Z," jelas dia.
"Maka kampanye saya sekarang adalah 'Mari kita tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia'. Tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia ini hanya bisa dilakukan kalau kita melakukan 4.0 atau digitalisasi," kata Kang Emil.
"Berita baiknya Jawa Barat ini lebih terkendali secara umum dibanding provinsi besar lainnya terkait COVID-19, juga terkait ekonomi yang sudah kita relaksasi. Maka, Jawa Barat masuk ke kuadran di kanan atas, yaitu ekonomi membaik dan kesehatan membaik," kata dia.
Ada pun selama pandemi, Kang Emil berujar bahwa industri pangan atau pertanian menjadi sektor yang tidak terdampak secara signifikan. Dia pun yakin, dengan dukungan teknologi digital atau berbasis 4.0, industri pertanian akan menjadi ekonomi masa depan Jabar.
Dengan kondisi tersebut, Kang Emil juga mengajak kaum milenial dan generasi Z di Jabar untuk memanfaatkan potensi di desa dalam mengembangkan ekonomi berbasis perdesaan dengan dukungan teknologi digital.
"Dari catatan kami, industri pangan pertanian terkoreksinya sangat kecil dibanding jasa manufaktur. Jadi, pertanian menjadi sebuah keyakinan baru bahwa jika kita bisa swasembada, hal itu bisa menjadi peluang luar biasa bagi kaum milenial atau generasi Z," jelas dia.
"Maka kampanye saya sekarang adalah 'Mari kita tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia'. Tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia ini hanya bisa dilakukan kalau kita melakukan 4.0 atau digitalisasi," kata Kang Emil.
Lihat Juga :