alexametrics

Brutalisme Massa Terjadi Akibat Perilaku dari Lingkungan

loading...
Brutalisme Massa Terjadi Akibat Perilaku dari Lingkungan
Kriminolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yesmil Anwar mengaku, kasus kekerasan antar suporter merupakan fenomena yang selalu terulang. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Kriminolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yesmil Anwar mengaku, kasus kekerasan antar suporter merupakan fenomena yang selalu terulang. Hal itu terjadi karena menang brutalisme massa tidak bisa dihentikan.

“Ini tidak bisa berhenti sama sekali, karena ini sudah menjadi perilaku. Sumbernya banyak, bisa karena politik, persaingan, kejahatan yang terjadi di lingkungan, dan lainnya. Kemudian ekspresinya pada sepak bola,” kata Yesmil, Senin (24/9/2018).

Menurut dia, kekerasan yang dilakukan para suporter, mencerminkan individu suporter itu. Bagaimana mereka belajar dan melihat kejahatan terus terjadi di lingkungan dan negerinya. Itu proses dari apa yang dia lihat dan rasakan selama ini.



Menurut dia, ada dua pendekatan untuk mengurangi konflik yang saat ini terus terjadi antar suporter. Pertama pendekatan yuridis. Penegak hukum harus segera segera menyelesaikan kasus tersebut. Harus diusut tuntas siapa yang melakukan, kemudian diadili, dan diberi hukuman berat.

“Kedua, pendekatan sosial. Di mana kelompok suporter harus diberi penyuluhan. Manajemen suporter harus dilaksanakan secara serius. Tak hanya diurus masyarakat, tetapi juga pemerintah,” katanya.

Pemerintah mesti melakukan pembinaan, bagaimana menjadi suporter yang baik dan sportif. Langkah itu, kata dia, harus dilakukan dari hulu. Sehingga mereka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Penanganannya tak hanya oleh polisi.Bahkan kalau perlu ada perda manajemen suporter pertandingan sepakbola. Sehingga membatasi apa yang boleh dan dilarang dilakukan suporter saat pertandingan,” imbuh Yesmil.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak