Rahmad Pribadi: Petrokimia Gresik Perkuat Industri Manufaktur BUMN

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 18:50 WIB
loading...
Rahmad Pribadi: Petrokimia...
Petrokimia Gresik membantu pemerintah dengan hilirisasi produk untuk mendukung industri manufaktur dalam negeri, terutama yang dilakukan oleh perusahaan BUMN. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
GRESIK - Petrokimia Gresik berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan kinerja ekonomi nasional. Selain memberi pelayanan lengkap solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan, strategi lainnya adalah dengan melakukan diferensiasi usaha. Di antaranya dengan hilirisasi produk untuk mendukung industri manufaktur dalam negeri, terutama yang dilakukan oleh perusahaan BUMN.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menyatakan bahwa strategi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang saat ini tengah fokus menumbuhkembangkan sektor industri manufaktur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. "Petrokimia Gresik memasok Aluminium Flouride (AlF3) dan Purified Gypsum kepada sejumlah perusahaan BUMN. Produk ini merupakan hasil samping dari proses produksi Asam Fosfat atau bahan baku pupuk," ujar Rahmad dalam keterangan tertulis, Jumat (14/3/2020). (Baca juga: Brimob Polda Jabar Bersenjata Lengkap Datangi Tangkuban Parahu, Ada Apa?)

Rahmad menuturkan, AlF3 digunakan oleh PT Inalum sebagai bahan penolong untuk industri peleburan almunium. Sedangkan Purified Gypsum digunakan sebagai bahan baku oleh industri semen, yaitu Semen Indonesia Group dan PT Semen Baturaja. (Baca juga: Bonek: Eri Kemana saat Persebaya Terusir dari Mess Karanggayam?)

Saat ini, Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi AlF3 sebesar 12.600 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, pada tahun ini, sekitar 5.000 ton di antaranya dijual kepada PT Inalum. Selebihnya, akan dipasarkan ke India, Jepang, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Timur Tengah. "Ke depan akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi dua kali lipat karena potensi pasarnya masih sangat prospektif," ujarnya.

Untuk Purified Gypsum, Petrokimia Gresik saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 1,5 juta ton per tahun. Pada tahun 2020, sebesar 750.000 ton di antaranya akan dimanfaatkan untuk mendukung industri Semen Indonesia Group (Semen Tonasa, Semen Gresik, dan Solusi Bangun Indonesia), serta sekitar 80.000 ton untuk mendukung produksi PT Semen Baturaja. "Dengan demikian, diferensiasi usaha yang kami lakukan tidak hanya pada produk pupuk saja, melainkan juga pada produk non-pupuk, salah satunya adalah bahan kimia," tandas Rahmad.

Selain itu saat ini yang sedang dilakukan pada tahap perencanaan dan pengembangan dalam program transformasi binis adalah produk Methyl Ester Sulfonate (MES) dan Soda Ash. Rahmad menjelaskan bahwa MES adalah produk baru yang dikembangkan bekerjasama dengan Surfactant Bioenergy Research Centre Institut Pertanian Bogor (SBRC IPB). MES adalah bio-degradable surfactant yang dapat digunakan di sektor migas untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery). "Ini merupakan terobosan penting yang sangat ditunggu dan diharapkan oleh pelaku industri minyak dan gas di Indonesia," tandasnya.

Selanjutnya, Petrokimia Gresik juga akan membangun pabrik Soda Ash dengan kapasitas 300.000 ton. Pabrik ini nantinya akan menjadi yang pertama di Indonesia, dan akan menjadi penopang penting dalam mendukung industri kaca dan deterjen dalam negeri. "Melalui program hilirisasi produk ini, harapannya Petrokimia Gresik semakin mampu melaksanakan tugas pokok sebagai penopang ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat struktur industri manufaktur nasional," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Inspiratif Irine...
Kisah Inspiratif Irine Yandri Sandrika, Sukses Bangun Bisnis Sop Buah
Lewat Program Pestani,...
Lewat Program Pestani, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Melon Pantura
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
Safari Ramadan, Pertamina...
Safari Ramadan, Pertamina Lubricants Santuni 130 Anak Yatim di Gresik
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Jadi Dewan Penasihat,...
Jadi Dewan Penasihat, Rusdi Kirana Letakan Batu Pertama Gedung Rektorat USG
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Rekomendasi
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved