Bawaslu dan KPU Jakarta Timur Diharapkan Bekerja Profesional

Rabu, 13 Maret 2024 - 13:04 WIB
loading...
Bawaslu dan KPU Jakarta...
Demo tolak politik uang. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Transparansi Pemilu (Transpemilu) Jakarta Timur Muhammad Akbar berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Timur bekerja profesional menyelesaikan masalah yang menjadi kewenangan masing-masing. Termasuk, memproses dugaan politik uang calon anggaran legislatif (caleg) di Jakarta Timur berinisial SKS.

Dia menilai upaya memproses SKS terkesan tertutup dan lamban. Kendati demikian, dia masih berharap para penyelenggara pemilu tersebut bisa profesional menangani kasus dugaan politik uang itu.

"Meski begitu, kami berharap KPU Jakarta Timur dan Bawaslu Jakarta Timur bekerja profesional menyelesaikan masalah yang menjadi kewenangannya, termasuk memproses laporan dugaan money politic yang diduga melibatkan SKS,” ujar Akbar kepada wartawan, Selasa (12/3/2024).

Baca juga: Ini Sikap Partai Demokrat Jaktim Soal Dugaan Calegnya Lakukan Politik Uang

Terlapor dalam masalah ini adalah tim dari SKS. Namun, saat diperiksa, tim tersebut mengaku tak mengenal SKS. Akbar menilai janggal hal tersebut. “Diduga hal itu adalah siasat dan skenario SKS agar bisa lolos dari dugaan money politic,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pengakuan terlapor tak masuk akal. Sebab terlapor lah yang membagikan sejumlah uang dan kartu nama SKS. "Mana mungkin terlapor tidak mengenal caleg SKS, sementara terlapor yang bagi-bagi amplop berisi uang dan kartu nama. Apalagi, barang bukti tersebut juga sudah diamankan oleh Bawaslu," ungkapnya.

Akbar berpendapat, data dan bukti yang disampaikan pelapor dalam perkara ini sangat kuat. "Atas itu kami mendesak Bawaslu segera melimpahkan ke Gakkumdu Jakarta Timur," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Usep Hasan Sadikin meminta Bawaslu berani dan tegas menggunakan kewenangan dalam mengusut kasus dugaan politik uang di Pemilu 2024.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiono buka suara menanggapi caleg di Jakarta Timur berinisial SKS yang dilaporkan ke Bawaslu Jakarta Timur karena dituduh melakukan money politic atau politik uang. Mujiono menegaskan partainya akan menindaklanjuti apabila ada caleg Partai Demokrat yang melakukan politik uang.

“Kalau ada caleg yang terindikasi melakukan money politic akan diproses sesuai dengan kebijakan partai yakni melalui Mahkamah Partai,” kata Mujiono, Sabtu (2/3/2024).
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Kuota Caleg Perempuan...
Kuota Caleg Perempuan Dipertegas MK, Angkie Yudistia Tekankan Representasi Politik yang Setara
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Rekomendasi
KPK Panggil Kepala Satpol...
KPK Panggil Kepala Satpol PP Cilacap terkait Kasus Pemerasan Bupati Syamsul Aulia Rachman
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved