Geger! Kepala Bayi Tertinggal di Rahim, Ini Kata Dinkes Bangkalan
Selasa, 12 Maret 2024 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
"Berat bayi 1 kilogram dan mengalami keracunan karena tensi ibunya tinggi sehingga hal itu yang menghambat perkembangan bayi," imbuhnya.
Chotibah menambahkan, tim IUFD (Intrauterine Fetal Death) juga melakukan audit dan hasilnya menyatakan bayi meninggal sekitar 7 hingga 10 hari sebelum Mukarromah tiba di Puskesmas Kedungdung pada tanggal 5 Maret.
"Kondisi bayi meninggal didalam kandungan kurang lebih 10 hari," jelasnya.
Lebih lanjut, Chotibah menjelaskan bahwa petugas Puskesmas Kedungdung sudah berusaha merujuk Mukarromah ke rumah sakit di Bangkalan. Namun, sebelum dirujuk, Mukarromah mengalami pembukaan dan bayi yang dalam kondisi sungsang itu keluar melalui jalan lahir.
"Bagian bokong bayi itu keluar sehingga petugas melakukan pertolongan pada pasien dan sebelum itu juga sudah disampaikan bahwa bayi sudah tidak ada detak jantung," tambahnya.
Chotibah menambahkan, tim IUFD (Intrauterine Fetal Death) juga melakukan audit dan hasilnya menyatakan bayi meninggal sekitar 7 hingga 10 hari sebelum Mukarromah tiba di Puskesmas Kedungdung pada tanggal 5 Maret.
"Kondisi bayi meninggal didalam kandungan kurang lebih 10 hari," jelasnya.
Lebih lanjut, Chotibah menjelaskan bahwa petugas Puskesmas Kedungdung sudah berusaha merujuk Mukarromah ke rumah sakit di Bangkalan. Namun, sebelum dirujuk, Mukarromah mengalami pembukaan dan bayi yang dalam kondisi sungsang itu keluar melalui jalan lahir.
"Bagian bokong bayi itu keluar sehingga petugas melakukan pertolongan pada pasien dan sebelum itu juga sudah disampaikan bahwa bayi sudah tidak ada detak jantung," tambahnya.
Lihat Juga :