Kisah Kekuatan Pasukan Khusus Prabu Siliwangi yang Mengerikan
Minggu, 10 Maret 2024 - 07:25 WIB
loading...
Kehebatan pasukan Prabu Siliwangi melegenda, terkenal dengan disiplin, ketangguhan, dan keberanian mereka yang luar biasa. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
Di bawah kepemimpinan Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran menjelma menjadi kekuatan yang tak tertandingi di Nusantara. Kehebatan pasukan Prabu Siliwangi melegenda, terkenal dengan disiplin, ketangguhan, dan keberanian mereka yang luar biasa.
Prabu Siliwangi memiliki taktik dengan menunjukkan Siksakanda Karesian sebagai bentuk aturan negara. Dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquenne, Prabu Siliwangi menciptakan keadilan menggunakan pedoman kitab ini. Hal ini menjadikan masyarakat mematuhi kitab tersebut. Bahkan kitab Siksakanda Karesian telah dipelajari secara luas oleh masyarakat Sunda.
Sri Baduga Maharaja juga memiliki sistem teknis yang bagus, ia membentuk satuan tentara yang kuat. Tentara ini membuat negara Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran disegani oleh siapa pun. Pada Carita Parahyangan menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kesatuan tentara kerajaan.
Satuan tentara mulai bayangkara yang bertugas sebagai penjaga keamanan, kemudian prajurit pamarang yang ahli dalam memainkan pedang, dan pamanah, artinya pasukan elite yang bertugas khusus memainkan panah. Tiga prajurit elite Kerajaan Pajajaran ini berada di bawah hulujurit. Di bawah satu komando tersebut, semua pasukan mampu bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Baca Juga: Keruntuhan Kerajaan Pajajaran Warisan Prabu Siliwangi Ditandai Pemindahan Batu Sakral
Prabu Siliwangi memiliki taktik dengan menunjukkan Siksakanda Karesian sebagai bentuk aturan negara. Dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquenne, Prabu Siliwangi menciptakan keadilan menggunakan pedoman kitab ini. Hal ini menjadikan masyarakat mematuhi kitab tersebut. Bahkan kitab Siksakanda Karesian telah dipelajari secara luas oleh masyarakat Sunda.
Sri Baduga Maharaja juga memiliki sistem teknis yang bagus, ia membentuk satuan tentara yang kuat. Tentara ini membuat negara Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran disegani oleh siapa pun. Pada Carita Parahyangan menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kesatuan tentara kerajaan.
Satuan tentara mulai bayangkara yang bertugas sebagai penjaga keamanan, kemudian prajurit pamarang yang ahli dalam memainkan pedang, dan pamanah, artinya pasukan elite yang bertugas khusus memainkan panah. Tiga prajurit elite Kerajaan Pajajaran ini berada di bawah hulujurit. Di bawah satu komando tersebut, semua pasukan mampu bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Baca Juga: Keruntuhan Kerajaan Pajajaran Warisan Prabu Siliwangi Ditandai Pemindahan Batu Sakral
Lihat Juga :