alexametrics

Gus Ipul Minta UAS Tak Batalkan Ceramah di Jatim

loading...
Gus Ipul Minta UAS Tak Batalkan Ceramah di Jatim
Ketua PBNU Saifullah Yusuf. SINDOnews/Lukman Hakim
A+ A-
SURABAYA - Ketua PBNU Saifullah Yusuf meminta Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak membatalkan jadwal berceramahnya di Jatim, terutama di Pondok Pesantren (Ponpes) Ploso, Mojo, Kediri, pada Selasa 18 September 2018. Sebab, persiapan acara yang dilakukan ponpes tersebut telah final.

“Memang saya dengar ada pembatalan itu (ceramah) dari UAS. Tapi saya kira sejauh ini tidak ada pelarangan di Jatim,” kata Gus Ipul panggilan akrab Saifullah Yusuf, Rabu (5/9/2018).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul, menanggapi pengakuan UAS yang membatalkan jadwal berceramahnya di sejumlah pulau di Jawa, termasuk Jatim. Pembatalan tersebut lantaran UAS merasa mendapat ancaman dan intimidasi. Pengakuan itu disampaikan UAS melalui akun instagram resminya.



Di Ploso, lanjut Gus Ipul, UAS akan menghadiri pengajian dalam rangka haul para pendiri Pesantren Ploso. Gus Ipul yakin UAS adalah salah satu ustaz yang cinta NKRI sehingga tidak ada alasan untuk menolak kedatangan tokoh agama asal Sumatera Utara itu.

“Di Pesantren Ploso itu nanti banyak ulama dan alumni yang kumpul. Kalau beliau (UAS) bisa datang sangat bagus. Jadi tidak perlu dibatalkan. Panitia di pesantren sudah sangat siap,” ujarnya.

Wakil gubernur Jatim ini juga berharap pimpinan Ansor dan Banser tidak mudah terprovokasi dan mengumbar pernyataan di media yang berujung kesalahpahaman. Justru yang harus dilakukan adalah, pimpinan ormas bertemu langsung dengan UAS.

"Ansor dan Banser itu tidak bicara orang tapi bicara akidah, sopan-santun dan bicara kebangsaan. Membela ulama, kiai dan berada di tengah. Silakan pimpinan Banser dan Ansor bisa tabayun silaturahmi dengan Ustaz Abdul Somad," pinta mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode ini.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak