Labuan Bajo 2 Kali Diguncang Gempa Bumi
Rabu, 06 Maret 2024 - 19:30 WIB
loading...
Wilayah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dua kali diguncang gempa bumi, Rabu (6/3/2024). Foto/Ilustrasi
A
A
A
LABUAN BAJO - Wilayah Labuan Bajo , Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dua kali diguncang gempa bumi, Rabu (6/3/2024).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) menginformasikan, gempa bumi terkini berkekuatan Magnitudo (M) 3,4 mengguncang Labuan Bajo, Rabu (6/3/2024) pukul 16:34:47 WIB (17.34.47 WITA).
Pusat gempa ini 30 kilometer Barat Laut Labuan Bajo, pada kedalaman 159 kilometer. Koordinat gempa berada pada 8,36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 119,65 derajat Bujur Timur (BT).
Baca juga; Pengembangan Labuan Bajo Dipastikan Prioritaskan Keberlanjutan Lingkungan
“#Gempa Mag: 3.4, 06-Mar-2024 16:34:47WIB, Lok:8.36LS, 119.65BT (30 km BaratLaut LABUANBAJO-NTT), Kedlmn:159 Km #BMKG," keterangan BMKG dari akun X @infoBMKG.
BMKG belum menginformasikan secara detail penyebab dan dampak kerusakan ataupun kerugian yang timbul akibat guncangan gempa ini.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," ujar BMKG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) menginformasikan, gempa bumi terkini berkekuatan Magnitudo (M) 3,4 mengguncang Labuan Bajo, Rabu (6/3/2024) pukul 16:34:47 WIB (17.34.47 WITA).
Pusat gempa ini 30 kilometer Barat Laut Labuan Bajo, pada kedalaman 159 kilometer. Koordinat gempa berada pada 8,36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 119,65 derajat Bujur Timur (BT).
Baca juga; Pengembangan Labuan Bajo Dipastikan Prioritaskan Keberlanjutan Lingkungan
“#Gempa Mag: 3.4, 06-Mar-2024 16:34:47WIB, Lok:8.36LS, 119.65BT (30 km BaratLaut LABUANBAJO-NTT), Kedlmn:159 Km #BMKG," keterangan BMKG dari akun X @infoBMKG.
BMKG belum menginformasikan secara detail penyebab dan dampak kerusakan ataupun kerugian yang timbul akibat guncangan gempa ini.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," ujar BMKG.
Lihat Juga :