Waspada! BMKG Warning Ancaman Krisis Pangan Indonesia Tahun 2050
Rabu, 06 Maret 2024 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Dwikorita menekankan bahwa jika Indonesia tidak segera beralih dari energi fosil, krisis pangan dapat menjadi kenyataan. Penggunaan energi fosil, seperti minyak dan batu bara, berkontribusi pada peningkatan kandungan CO2 di udara.
Gas rumah kaca ini membangun selubung di atmosfer Bumi, menghalangi pantulan sinar matahari kembali ke angkasa. Akibatnya, energi matahari terperangkap di dalam atmosfer, menyebabkan kenaikan suhu yang ekstrim.
Baca Juga: Krisis Pangan Mengancam, Kurangi Kebiasaan Buang Makanan
”Seharusnya pemerintah sudah beralih dari energi fosil ke energi ramah lingkungan seperti energi surya, angin, listrik, atau geothermal,” ungkapnya.
Dampak kenaikan suhu akibat energi fosil dapat memicu perubahan iklim yang pada akhirnya berujung pada krisis pangan, dimulai dengan kelangkaan air.
Gas rumah kaca ini membangun selubung di atmosfer Bumi, menghalangi pantulan sinar matahari kembali ke angkasa. Akibatnya, energi matahari terperangkap di dalam atmosfer, menyebabkan kenaikan suhu yang ekstrim.
Baca Juga: Krisis Pangan Mengancam, Kurangi Kebiasaan Buang Makanan
”Seharusnya pemerintah sudah beralih dari energi fosil ke energi ramah lingkungan seperti energi surya, angin, listrik, atau geothermal,” ungkapnya.
Dampak kenaikan suhu akibat energi fosil dapat memicu perubahan iklim yang pada akhirnya berujung pada krisis pangan, dimulai dengan kelangkaan air.
Lihat Juga :