Kegemilangan Raja Jayabaya Kuasai Nusantara dari Pulau Jawa hingga Papua

Selasa, 05 Maret 2024 - 06:23 WIB
loading...
Kegemilangan Raja Jayabaya...
Raja Kediri Jayabaya berhasil menguasai wilayah Nusantara dari Jawa hingga Papua. Foto/Istimewa
A A A
Jayabaya Raja Kediri berhasil membawa kerajaan ke masa puncak kejayaan. Konon di masa itulah Kerajaan Kediri yang berada di pedalaman Pulau Jawa bagian timur berhasil memberikan pengaruh kuat di Nusantara.

Bahkan wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Pulau Jawa dan beberapa pulau di Nusantara.

Konon kuatnya pengaruh Kerajaan Kediri di bawah Jayabaya membuat pengaruh Kerajaan Sriwijaya kala itu yang berada di Pulau Sumatera mulai tersaingi dan bahkan sedikit diungguli Kediri.

Hal ini diperkuat kronik Cina berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178, bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Cina secara berurutan adalah Arab, Jawa, dan Sumatera.

Baca Juga: Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Majapahit di Bumi Nusantara

Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Kerajaan Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya.

Chou Jukua menggambarkan, di Jawa penduduknya menganut dua agama yakni Buddha dan Hindu, dikisahkan dari “Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M: Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II Hingga Majapahit”.

Penduduk Jawa sangat berani dan emosional. Waktu luangnya untuk mengadu binatang. Mata uangnya terbuat dari campuran tembaga dan perak.

Buku Chu-fan-chi menyebut, Jawa adalah maharaja yang punya wilayah jajahan: Pai-hua-yuan (Pacitan), Ma- tung (Medang), Ta-pen (Tumapel, Malang), Hi-ning (Dieng), Jung-ya-lu (Hujung Galuh, sekarang Surabaya), hingga Tung-ki (Jenggi, Papua Barat).

Kemudian Ta-kang (Sumba), Huang-ma-chu (Papua), Ma-li (Bali), Kulun (Gurun, mungkin Gorong atau Sorong di Papua Barat atau Nusa Tenggara), Tan-jung-wu-lo (Tanjungpura di Borneo), Ti-wu (Timor), Pingya-i (Banggai di Sulawesi), dan Wu-nu-ku (Maluku).

Baca Juga: 5 Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit, dari Sutasoma hingga Parthayajna

Kondisi masyarakat Kediri saat diperintah Sri Jayabaya sudah teratur. Penduduknya sudah memakai kain sampai di bawah lutut, rambut diurai, serta rumahnya bersih dan rapi. Dalam perkawinan, keluarga pengantin wanita menerima maskawin berupa emas.

Orang-orang yang sakit memohon kesembuhan kepada dewa dan Buddha.

Dalam kitab Lubdaka dikisahkan bahwa kehidupan sosial masyarakat kerajaan Kediri sangat teratur. Di dalam kitab ini dituliskan bahwa tinggi rendahnya martabat seseorang bukan berdasarkan pangkat dan harta benda saja, namun berdasarkan moral dan tingkah lakunya.

Di sini raja sangat menghargai dan menghormati hak-hak rakyatnya, sehingga rakyatnya bisa leluasa menjalankan aktivitas kehidupan mereka sehari-hari.

Pada Prasasti Talan juga dituliskan, raja sangat menghormati hak-hak rakyatnya, dengan membebaskan rakyat Desa Talan dari pajak karena telah mengabdi untuk kepentingan Kediri.

Baca Juga: Kisah Kejayaan Sriwijaya, Penguasa Maritim dan Pusat Perdagangan Internasional

Selain itu pada Prasasti Ngantang juga dituliskan, raja memberikan hadiah berupa tanah yang pajaknya dibebaskan oleh Raja Jayabaya. Prasasti ini ditujukan untuk rakyat Desa Ngantang yang telah mengabdi untuk kemajuan Kediri.

Kediri sendiri berkembang menjadi sebuah kerajaan agraris dan maritim. Sebagian masyarakat yang hidup di pedalaman, menggantungkan hidupnya dari bertani.

Hasil dari bertani warga di pedalaman sangat melimpah, karena kondisi tanah Kerajaan Kediri yang sangat subur.

Dengan hasil yang melimpah ini, masyarakat di Kediri hidup makmur. Sementara masyarakat Kediri yang ada di pesisir, hidupnya bergantung pada perdagangan dan nelayan.

Pada masa Kediri, perdagangan dan pelayaran sudah maju pesat. Para pedagang dari Kediri sudah melakukan hubungan dagang dengan Kerajaan Maluku dan Sriwijaya. Dua Kerajaan besar di Nusantara pada jaman tersebut.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Guru Besar Universitas...
Guru Besar Universitas Jayabaya Tekankan Pentingnya Pergeseran Paradigma dalam Hukum Kepailitan
Universitas Jayabaya...
Universitas Jayabaya Kukuhkan Ary Ginanjar Sebagai Profesor Kehormatan
Universitas Jayabaya...
Universitas Jayabaya Gelar Seminar Internasional, Wamenkum Bicara Hukum dan Perkembangan Zaman
Rekomendasi
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved