2 Pemutilasi Mahasiswa UMY Divonis Hukuman Mati
Kamis, 29 Februari 2024 - 17:26 WIB
loading...
Dua terdakwa kasus mutilasi mahasiswa UMY, Redho Tri Agustian (20), yaitu Waliyin (29) dan Ridduan (38), dijatuhi hukuman pidana mati oleh hakim PN Sleman. Foto/Gunanto Farhan/iNewsTV
A
A
A
SLEMAN - Dua terdakwa kasus mutilasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Redho Tri Agustian (20), yaitu Waliyin (29) dan Ridduan (38), dijatuhi hukuman pidana mati oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Vonis tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Cahyono dalam sidang yang digelar pada Kamis (29/02/2024).
Dalam pembacaan vonis, Hakim Cahyono menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana pembunuhan berencana. Berdasarkan fakta persidangan, keduanya telah memenuhi seluruh unsur tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 340 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
"Hakim menjatuhkan pidana mati terhadap terdakwa Waliyin dan terdakwa Ridduan," ucapnya.
Majelis hakim menegaskan bahwa perbuatan keduanya telah meresahkan masyarakat dan meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Hal ini menjadi faktor yang memberatkan hukuman bagi kedua terdakwa.
Baca Juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY di Sleman
Selama persidangan, majelis hakim menolak nota pembelaan dari terdakwa dan menjatuhkan vonis sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut hukuman mati bagi keduanya.
Sebagai informasi, kedua terdakwa telah melakukan kekerasan fisik terhadap korban di kamar kos milik Waliyin di daerah Krapyak, Triharjo, Sleman pada Selasa (11/07/2023) lalu. Korban yang lemas tak berdaya kemudian di eksekusi secara bergantian menggunakan senjata tajam.
Dalam pembacaan vonis, Hakim Cahyono menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana pembunuhan berencana. Berdasarkan fakta persidangan, keduanya telah memenuhi seluruh unsur tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 340 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
"Hakim menjatuhkan pidana mati terhadap terdakwa Waliyin dan terdakwa Ridduan," ucapnya.
Majelis hakim menegaskan bahwa perbuatan keduanya telah meresahkan masyarakat dan meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Hal ini menjadi faktor yang memberatkan hukuman bagi kedua terdakwa.
Baca Juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Mutilasi Mahasiswa UMY di Sleman
Selama persidangan, majelis hakim menolak nota pembelaan dari terdakwa dan menjatuhkan vonis sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut hukuman mati bagi keduanya.
Sebagai informasi, kedua terdakwa telah melakukan kekerasan fisik terhadap korban di kamar kos milik Waliyin di daerah Krapyak, Triharjo, Sleman pada Selasa (11/07/2023) lalu. Korban yang lemas tak berdaya kemudian di eksekusi secara bergantian menggunakan senjata tajam.
Lihat Juga :