Bejat! Guru Cabuli 4 Siswi SD di Kupang selama 3 Hari Berturut-turut

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:37 WIB
loading...
Bejat! Guru Cabuli 4...
Empat siswi SD di Kecamatan Taebenu, Kupang, NTT menjadi korban pelecehan seksual seorang oknum guru selama tiga hari berturut-turut. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
KUPANG - Empat siswi Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Taebenu, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban pelecehan seksual seorang oknum guru di sekolah.

Pelaku pencabulan diketahui berinisial DOS yang diduga mencabuli 4 siswi SD kelas IV di sekolahnya. Keempat korban yakni AAS (10), MPSB (10), MKEN (9) dan BMB (9).

Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu Birahi, Guru SD Cabuli 3 Siswanya dengan Kedok Mengerjakan Tugas

Aksi pencabulan dilakukan oleh tersangka pada saat jam pelajaran di ruang kelas dan di perpustakaan.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy mengakui, pihaknya telah menerima laporan terkait kasus tersebut dari orangtua korban.



"Kasus ini dilaporkan pada Senin 26 Februari 2024 di Polres Kupang," kata Kombes Pol Ariasandy, Selasa (27/2/2024).

Kasus tersebut, kata dia, bermula saat korban MKEN dipanggil menghadap pelaku di ruang kelas, Kamis (22/2/2024), sekitar pukul 11.00 WITA. Sesampainya di dalam, kemudian terjadi pelecehan seksual.

Baca juga: Cabuli 8 Siswa, Guru SD di Karawang Dijebloskan Tahanan

Lebih lanjut, pelaku memanggil BMB dan MPSB, juga disuruhnya melakukan hal yang sama. Pelaku lalu meminta korban tidak menceritakan hal itu ke orang lain. Korban diancam tidak naik kelas, bahkan akan dipukul sampai mati.

"Usai melakukan perbuatan tersebut, pelaku sempat mengancam kepada semua korban agar tidak menceritakan kepada orangtua mereka dan juga guru-guru," tuturnya.

Pada hari berikut, yakni Jumat (23/2/2024), pelaku menyasar korban lain berinisial AAS. Korban AAS juga mengalami pelecehan seksual dengan modus serupa. Tak cukup, pelaku bahkan kembali menggarap AAS keesokaannya lagi, Sabtu (24/2/2024).

Tak tahan dengan perlakuan guru cabulnya itu, korban AAS akhirnya mengadukan hal yang dialaminya ke orang tuanya. Informasi pun beredar di antara para orangtua. Ketika dicari tahu, korban lain yang terdahulu ikut terungkap.

Tidak terima dengan perlakuan guru cabul tersebut, orangtua para korban lalu melaporkan kasusnya ke Polres Kupang. Unit PPA Polres Kupang telah meminta keterangan dari para saksi dan korban serta pelaku.

"Saat ini, kasusnya telah ditangani penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kupang," ujar Ariasandy.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
Rekomendasi
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Rahasia Bebas Bergerak:...
Rahasia Bebas Bergerak: Mengapa Kesehatan Sendi Kunci Utama Gaya Hidup Aktif
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved