alexametrics

Tanggap Darurat, Pendamping Desa Dirikan Posko Gempa Lombok

loading...
Tanggap Darurat, Pendamping Desa Dirikan Posko Gempa Lombok
Direktur PMD Direktorat Jenderal PPMD Kemendes PDTT, M Fachri (kanan) saat turun langsung di lokasi gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). FOTO/IST
A+ A-
JAKARTA - Musibah gempa bumi di Lombok-Bali, Minggu (5/8/2018), terus memunculkan solidaritas dari banyak kalangan. Salah satunya dari pendamping desa P3MD Kementerian Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi yang secara serentak mendirikan Posko Bencana di beberapa titik strategis.Pendirian posko bencana bertujuan juga sebagai tempat kordinasi untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat terdampak gempa. Posko ini juga diproyeksikan sebagai titik evakuasi dan tempat pengungsian warga mengingat getaran gempa masih terus terjadi dalam beberapa hari terakhir."Kami sangat mengapresiasi langkah para pendamping desa yang mendirikan posko-posko bencana untuk membantu warga Lombok yang terdampak gempa," ujar Direktur PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa), Direktorat Jenderal PPMD (Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa), Kemendes PDTT, M Fachri, di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).Dia menjelaskan sebagian besar korban gempa bumi di Lombok adalah warga-warga di kawasan pedesaan. Oleh karena itu pendamping desa yang tersebar di berbagai pelosok Tanah Air, termasuk wilayah-wilayah bencana mempunyai peran strategis untuk melakukan inisiatif penanggulangan bencana di tengah masyarakat."Pendirian posko-posko bencana ini sangat penting tidak hanya karena akan membantu korban secara cepat, tetapi juga menunjukkan kepada korban jika mereka tidak sendiri," katanya.Adapun proses pengawalan gerakan solidaritas sosial dan pendirian posko-posko pengungsian oleh Pendamping Desa terdiri dari unsur KN-P3MD, Panji Pradana, Moch. Arwani, Ahmad Labib dan Choiril Akbar, Unsur Tim Tenaga Ahli Koordinator Program Provinsi dan Tenaga Ahli Kabupaten serta PD dan PLD (Pendamping Lokal Desa).Pendirian Posko-posko tersebut dimaksudkan sebagai tempat evakuasi dan tempat mengungsi bagi warga yang terdampak Gempa sekaligus sebagai tempat untuk edukasi bagi mereka. "Di posko-posko tersebut pendamping desa membantu masyarakat baik penyiapan makanan, obat-obatan, pakaian dan kebutuhan darurat lainnya yang dananya dikumpulkan dari donasi pendamping desa," kata Choiril Akbar.Dia mengungkapkan sedikitnya ada 12 posko bencana yang didirikan oleh para pendamping desa. Posko-posko bencana tersebut di antaranya tersebar di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat; Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat; Dusun Jeruju, Desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan, Lombok Utara; dan Desa Madana, Kecamatan Tanjung, Lombok Timur."Kami memastikan posko-posko tersebut tersebar di seluruh wilayah Lombok yang terdampak gempa dan didirikan di tempat aman," katanya.

(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak