Aliansi Mahasiswa Provinsi Banten Desak Pemerintah Turunkan Harga Sembako dan Tolak Pemilu Curang
Senin, 26 Februari 2024 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Saepul menilai, kenaikan harga beras sangat tidak masuk akal karena hanya dalam kurun waktu kurang dari sepekan beras mengalami kenaikan harga sebanyak dua kali. Saepul mencontohkan, beras medium dari harga Rp10.000 perkilogram mengalami kenaikan hingga Rp14.000 perkilogram dan beras premium dari harga Rp12.000 perkilogram naik hingga Rp18.000 perkilogram. Padahal Indonesia adalah negara agraris.
Baca juga: Harga Pangan Melejit, Pedagang Warung Makan Menjerit
“Kenaikan harga yang sangat tiba tiba ini sangatlah tidak masuk akal. Alasan kenaikan harga beras ini bukan hanya karena adanya fenomena El Nino yang berapa bulan ini sedang terjadi. Dampak pesta demokrasi yang kita sudah lewati berupa kebijakan bansos yang ugal-ugalan tanpa memikirkan ketersediaan pasokan kemarin pun memberikan dampak besar atas kelangkaan beras,” ujarnya..
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengatakan langka dan mahalnya beras di pasaran selama beberapa bulan terakhir ini diduga akibat dari kebijakan bansos yang salah penerapan. Netty menyampaikan, kondisi tersebut mengkhawatirkan karena dapat menurunkan daya beli masyarakat terhadap bahan pokok.
Bansos yang dikeluarkan secara ugal-ugalan dan tidak tersistematis jelas merugikan masyarakat. Pemerintah seharusnya dapat meminimalisasi bahkan memperhitungkan segala kebutuhan pangan disaat-saat momen penting seperti pemilu ini.
Baca juga: Harga Pangan Melejit, Pedagang Warung Makan Menjerit
“Kenaikan harga yang sangat tiba tiba ini sangatlah tidak masuk akal. Alasan kenaikan harga beras ini bukan hanya karena adanya fenomena El Nino yang berapa bulan ini sedang terjadi. Dampak pesta demokrasi yang kita sudah lewati berupa kebijakan bansos yang ugal-ugalan tanpa memikirkan ketersediaan pasokan kemarin pun memberikan dampak besar atas kelangkaan beras,” ujarnya..
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengatakan langka dan mahalnya beras di pasaran selama beberapa bulan terakhir ini diduga akibat dari kebijakan bansos yang salah penerapan. Netty menyampaikan, kondisi tersebut mengkhawatirkan karena dapat menurunkan daya beli masyarakat terhadap bahan pokok.
Bansos yang dikeluarkan secara ugal-ugalan dan tidak tersistematis jelas merugikan masyarakat. Pemerintah seharusnya dapat meminimalisasi bahkan memperhitungkan segala kebutuhan pangan disaat-saat momen penting seperti pemilu ini.
Lihat Juga :